Sambar.id, Bulukumba, || Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Kecamatan Bontobahari kini menunjukkan perkembangan positif. Kawasan yang selama ini menjadi pusat aktivitas nelayan dan pedagang ikan tersebut mulai berbenah secara bertahap, menghadirkan suasana yang lebih bersih, tertib, dan nyaman dipandang. Rabu 18 Februari 2026
Perubahan ini tak lepas dari dorongan dan gagasan sejumlah tokoh masyarakat, salah satunya Karaeng Andi Aspar. Ia menilai PPI memiliki peran strategis dalam mendukung perputaran ekonomi pesisir, sehingga perlu ditata secara serius dan berkelanjutan agar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.
Seiring waktu, wajah PPI mulai berubah.
Penataan area bongkar muat ikan terlihat lebih rapi, kebersihan lingkungan semakin diperhatikan, dan aktivitas jual beli berjalan lebih tertib. Suasana yang dulunya terkesan semrawut kini perlahan berubah menjadi lebih nyaman, baik bagi nelayan yang baru kembali melaut maupun pedagang yang menggantungkan penghasilan dari transaksi harian.
Menurut Karaeng Aspar, PPI bukan hanya sekadar fasilitas pelabuhan perikanan, tetapi merupakan aset milik seluruh masyarakat Bulukumba. Karena itu, keberadaannya harus dijaga bersama, mulai dari kebersihan, ketertiban, hingga tata kelola aktivitas ekonomi di dalamnya.
“PPI ini milik masyarakat Bulukumba. Kalau ditata dengan baik, manfaatnya kembali ke masyarakat juga, terutama nelayan dan pelaku usaha kecil di pesisir,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa fungsi utama PPI adalah sebagai pusat transaksi jual beli ikan yang sehat dan transparan.
Dengan lingkungan yang lebih tertata, proses distribusi hasil tangkapan nelayan menjadi lebih lancar, kualitas ikan lebih terjaga, dan kepercayaan pembeli pun meningkat. Hal ini secara langsung berdampak pada nilai jual hasil laut yang diharapkan semakin membaik.
Selain itu, suasana yang bersih dan tertib juga memberi kenyamanan bagi para pengunjung yang datang membeli ikan segar. Tidak sedikit warga dari luar wilayah pesisir yang kini mulai melihat PPI sebagai tempat transaksi yang layak dan representatif, sekaligus ruang interaksi ekonomi rakyat yang hidup setiap harinya.
Pembenahan yang berlangsung saat ini memang dilakukan secara bertahap, namun dampaknya mulai dirasakan.
Kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan dan ketertiban di area PPI juga semakin tumbuh. Kolaborasi antara tokoh masyarakat, nelayan, pedagang, dan pihak terkait dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan perubahan ini.
Harapannya, penataan PPI Bontobahari dapat terus berlanjut dengan dukungan semua pihak. Dengan pengelolaan yang baik, PPI bukan hanya berfungsi sebagai tempat bongkar muat hasil laut, tetapi juga berpotensi menjadi ikon ekonomi pesisir yang membanggakan Bulukumba.
Jika konsistensi pembenahan ini terus dijaga, PPI Bontobahari diyakini mampu menjadi contoh kawasan pesisir yang produktif, bersih, dan berdaya saing. Lebih dari itu, keberadaannya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat identitas Bulukumba sebagai daerah maritim yang maju dan mandiri.
Laporan: Asm




.jpg)







