Sambar.id Baturaja, Humas Rubaraja - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja terus memperketat pengawasan kesehatan bagi warga binaan. Sebagai langkah deteksi dini terhadap penyebaran penyakit menular, Rutan Baturaja melaksanakan kegiatan skrining Tuberkulosis (TBC) rutin yang dikhususkan bagi para tahanan baru, Senin (02/02/2026).
Kegiatan ini terlaksana berkat sinergi yang solid antara pihak Rutan Baturaja dengan Puskesmas Sekar Jaya. Fokus utama dari pemeriksaan ini adalah memastikan bahwa setiap individu yang masuk ke dalam lingkungan Rutan berada dalam kondisi sehat dan tidak membawa risiko penularan bagi warga binaan lainnya.
Dalam pelaksanaannya, tim medis dari Puskesmas Sekar Jaya melakukan pengambilan sampel sputum (dahak) dari para tahanan baru. Sampel tersebut kemudian diproses menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM).
TCM dipilih karena memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan waktu hasil yang cepat dibandingkan metode mikroskopis konvensional.
Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yady menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian dari protokol kesehatan wajib.
"Lingkungan Rutan memiliki risiko penularan yang cukup tinggi karena kepadatan hunian. Oleh karena itu, skrining bagi tahanan baru adalah 'pintu gerbang' utama kami untuk memutus rantai penyebaran penyakit menular seperti TBC," ujarnya.
Jika dalam hasil tes ditemukan adanya tahanan yang positif, pihak Rutan telah menyiapkan langkah penanganan lanjutan, mulai dari isolasi medis hingga koordinasi pengobatan intensif dengan pihak puskesmas.
Langkah proaktif ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan Rutan Baturaja yang lebih sehat, aman, dan kondusif bagi seluruh warga binaan maupun petugas.
***








