Dibalik Pekerjaan TMMD ke 127 : Keringat Prajurit dan Warga yang Menghidupkan Harapan Desa


Sambar.id Bulukumba – Matahari pagi baru saja menanjak ketika suara cangkul, palu, dan mesin molen mulai terdengar di lokasi pekerjaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di wilayah Kabupaten Bulukumba. Di tengah hamparan desa yang masih diselimuti embun pagi, para prajurit Tentara Nasional Indonesia bersama warga tampak bekerja berdampingan, menyelesaikan sasaran fisik yang kini sudah hampir rampung.


Sejak pagi buta, aktivitas sudah dimulai. Beberapa prajurit terlihat mengangkat material bangunan, sementara warga desa membantu menyiapkan pasir dan batu. Tidak ada sekat antara tentara dan masyarakat. Semua bekerja dalam satu irama, seolah menjadi satu keluarga besar yang sedang membangun harapan bersama.


Sesekali terdengar tawa di sela-sela kerja keras itu. Seorang prajurit bercanda dengan warga yang membawa ember semen. “Kalau begini terus, jalan desa kita pasti cepat selesai,” ujar seorang warga sambil tersenyum, menyeka keringat yang menetes di dahinya.


Pemandangan seperti ini sudah menjadi rutinitas selama program TMMD berlangsung. Prajurit dan masyarakat saling membantu, saling menyemangati, bahkan sering makan bersama di pinggir lokasi pekerjaan. Kebersamaan sederhana itu justru menjadi bagian paling berkesan bagi warga.


Bagi masyarakat desa, pembangunan ini bukan sekadar proyek biasa. Jalan yang sedang diselesaikan itu adalah akses penting yang selama ini mereka harapkan. Dulu, ketika musim hujan tiba, jalan menjadi licin dan sulit dilalui. Hasil pertanian pun sering terlambat sampai ke pasar.


Kini, harapan itu perlahan terwujud. Sasaran fisik yang dikerjakan dalam program TMMD ke-127 sudah memasuki tahap akhir. Beberapa bagian bahkan telah selesai, menyisakan pekerjaan finishing yang diperkirakan akan segera rampung dalam waktu dekat.


Meski pekerjaan hampir selesai, semangat di lapangan tidak pernah berkurang. Personel Satgas TMMD tetap menggenjot pekerjaan agar seluruh sasaran dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.


Bagi para prajurit, keberhasilan TMMD bukan hanya dilihat dari bangunan yang berdiri, tetapi dari senyum warga yang merasakan manfaatnya. Setiap tetes keringat yang jatuh di lokasi pekerjaan seolah menjadi bukti bahwa pembangunan desa adalah tanggung jawab bersama.


Ketika nanti program ini berakhir, jalan, fasilitas, dan berbagai pembangunan yang telah dikerjakan akan tetap berdiri sebagai saksi kebersamaan. Sebuah bukti bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan, tetapi benar-benar hidup di tengah masyarakat.


Di desa itu, di antara suara palu dan cangkul yang hampir selesai bekerja, harapan baru untuk masa depan perlahan sedang dibangun.


(Pendim)

sambar id.Ams

Lebih baru Lebih lama