Sambar.id Bulukumba – Suasana pagi di pelosok Desa Ara dan Desa Lembanna, Kecamatan Bonto Bahari, tampak berbeda dari biasanya, Sabtu (3/3/2026). Di tengah ketenangan desa pesisir itu, suara alat berat dan dentingan cangkul memecah pagi, menandai semangat kerja yang tak surut dari para prajurit TNI bersama masyarakat.
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang dilaksanakan di wilayah tersebut kini tinggal menyisakan empat hari lagi sebelum resmi ditutup. Meski waktu semakin mendekati akhir, aktivitas di lapangan justru semakin intens.
Puluhan prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD terlihat bahu-membahu bersama warga meratakan badan jalan desa. Excavator bekerja membuka dan merapikan jalur, sementara prajurit dan masyarakat mengangkut batu serta material lainnya.
Semua itu dilakukan di tengah suasana bulan suci Ramadan. Perut yang kosong karena berpuasa tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus bekerja.
Keringat mengalir di wajah para prajurit dan warga yang sejak pagi hingga sore tetap berada di lokasi pekerjaan. Tidak terdengar keluhan, yang tampak justru semangat gotong royong yang menjadi ciri khas hubungan antara TNI dan rakyat.
Hingga saat ini, progres pembangunan dalam program TMMD tersebut telah mencapai sekitar 90 persen. Bagi masyarakat setempat, angka itu bukan sekadar capaian proyek pembangunan. Lebih dari itu, jalan yang sedang dibangun menjadi simbol harapan baru bagi kehidupan mereka.
Seorang warga Desa Ara, H. Ambo, yang ditemui di lokasi pembangunan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada TNI atas program tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada TNI. Jalan ini sangat penting bagi masyarakat. Sekarang akses menuju tempat wisata dan kegiatan ekonomi jauh lebih mudah,” ujarnya dengan wajah penuh harap.
Bagi masyarakat pesisir di Kecamatan Bonto Bahari, jalan bukan sekadar sarana transportasi. Jalan adalah penghubung kehidupan. Selama ini akses yang terbatas sering menjadi kendala bagi warga untuk menjalankan aktivitas ekonomi maupun menuju lokasi wisata yang ada di wilayah pesisir Kabupaten Bulukumba.
Sementara itu, salah seorang anggota Satgas TMMD yang ditemui di sela pekerjaan mengatakan bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah bagian dari tugas mulia seorang prajurit.
Menurutnya, bekerja di bulan Ramadan justru menjadi motivasi tambahan untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
“Kami menjalankan tugas ini dengan ikhlas. Apalagi melihat masyarakat sangat antusias membantu pekerjaan. Itu membuat kami semakin semangat,” ungkapnya.
Kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam program TMMD ini memperlihatkan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang memperkuat persatuan dan semangat gotong royong.
Kini, dengan waktu yang tinggal beberapa hari menuju penutupan TMMD ke-127, harapan masyarakat Desa Ara dan Desa Lembanna semakin nyata. Jalan yang dulu sulit dilalui perlahan berubah menjadi akses yang membuka peluang baru bagi ekonomi, pariwisata, dan kehidupan masyarakat desa.
Program TMMD ke-127 di Kecamatan Bonto Bahari bukan sekadar pembangunan fisik. Lebih dari itu, ia menjadi simbol nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
(Sumber: Pendim Bulukumba)





.jpg)





