Paving di Beji Pasuruan Hancur Diterjang Banjir, Akses Warga Lumpuh Total



SAMBAR. ID// PASURUAN – Banjir besar yang melanda wilayah Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, mengakibatkan kerusakan serius pada infrastruktur jalan lingkungan warga. Salah satu yang terdampak paling parah adalah jalan paving di Dusun Beji yang kini tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.


Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak dini hari, Rabu (25/3/2026). Arus air yang cukup kuat menggerus susunan paving hingga hancur dan berserakan, meninggalkan lubang besar di sejumlah titik jalan.


Berdasarkan pantauan di lapangan, setidaknya terdapat tiga titik kerusakan berat. Salah satunya berada di pertigaan jalan RT 05 RW 03, di mana kondisi jalan tampak rusak total dan membahayakan pengguna jalan.


Warga setempat terpaksa melakukan penanganan darurat secara swadaya dengan memasang pembatas sederhana guna mencegah kecelakaan. Saat ini, jalan tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dengan kehati-hatian tinggi.


"Kondisinya parah sekali setelah banjir tadi subuh. Mobil sudah tidak bisa lewat, motor pun harus pelan karena pavingnya terlepas semua," ujar Abdul Karim (78), warga setempat.


Kerusakan paling parah terjadi di Jalan Tompo Truno yang merupakan akses utama keluar masuk Dusun Beji sisi barat. Di lokasi ini, badan jalan ambles dan dipenuhi material paving yang terangkat, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan sama sekali.


Jalan tersebut memiliki peran vital sebagai jalur penghubung antarwilayah, sehingga lumpuhnya akses ini berdampak langsung pada aktivitas warga sehari-hari.


Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan perbaikan. Mereka menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut karena menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.


"Ini akses utama dusun. Kalau seperti ini terus, aktivitas warga jadi terganggu total. Kami berharap segera ada perbaikan dari pihak terkait," kata Ahmad Teguh Prasetya (32), warga RT 01 RW 03.


Selain merusak jalan, banjir juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas warga lainnya. Salah satu pagar rumah di RT 04 RW 03 dilaporkan roboh akibat derasnya arus air.


Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material yang dialami warga cukup signifikan. Hingga saat ini, warga masih bergotong royong membersihkan lumpur dan memperbaiki jalan secara sementara dengan peralatan seadanya.


Lebih baru Lebih lama