Sambar.id Sumenep, – Polemik internal arisan get yang sebelumnya dikeluhkan sejumlah anggota akhirnya mendapat klarifikasi dari pihak admin. Pengelola arisan menegaskan bahwa persoalan yang terjadi murni disebabkan oleh miskomunikasi terkait mekanisme pencairan dana.
Admin arisan, yang diketahui menggunakan rekening atas nama Yulinda Anis Prawita, menjelaskan bahwa sejak awal telah diberlakukan aturan pencairan dana dilakukan H+1 setelah jatuh tempo pembayaran, bukan langsung dicairkan pada hari yang sama.
“Perlu kami luruskan, sebenarnya ini hanya miss komunikasi saja. Dalam aturan arisan kami, pencairan memang dilakukan H+1 setelah jatuh tempo, bukan langsung saat hari pembayaran,” jelasnya saat memberikan keterangan.
Menurutnya, mekanisme tersebut telah disepakati bersama oleh anggota arisan sejak awal bergabung. Namun, dalam perjalanannya, terjadi perbedaan persepsi yang memicu kesalahpahaman di antara anggota.
“Kami bersama anggota arisan lainnya sebenarnya sudah sepakat dengan sistem ini. Hanya saja mungkin ada yang kurang memahami atau terjadi salah persepsi,” imbuhnya.
Terkait keluhan anggota mengenai keterlambatan pencairan, pihak admin menegaskan bahwa hal itu tetap mengacu pada aturan yang berlaku, termasuk mempertimbangkan kedisiplinan pembayaran dari masing-masing anggota.
Meski demikian, admin mengaku terbuka terhadap kritik dan masukan dari anggota demi perbaikan sistem ke depan. Ia berharap polemik ini menjadi pembelajaran bersama agar komunikasi antara admin dan anggota bisa lebih baik.
“Kami berharap ke depan tidak ada lagi kesalahpahaman seperti ini. Karena setiap admin arisan biasanya memiliki aturan yang berbeda-beda, jadi memang harus dipahami bersama sejak awal,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak admin juga memastikan bahwa persoalan yang sempat mencuat tersebut kini telah diselesaikan secara baik-baik. Admin dan anggota arisan yang sebelumnya berselisih telah duduk bersama dan menemukan solusi terbaik secara damai.
“Alhamdulillah, permasalahan ini sudah selesai. Kami dan anggota yang bersangkutan sudah saling memahami dan sepakat untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan,” ungkapnya.
Dengan adanya penyelesaian tersebut, diharapkan polemik yang sempat mencuat tidak lagi menimbulkan perpecahan di antara anggota. Kejelasan aturan dan komunikasi yang baik dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan dalam sistem arisan yang berbasis kebersamaan.(Vans)






.jpg)



