SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Keluarga besar dari Intje Ami Daeng Sutte kembali melaksanakan haul Istri Habib Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua) tersebut, dalam rangka mengenang jasa dan keteladanannya. Kegiatan rutin ini dilaksanakan setiap malam ke-11 Ramadan bertepatan dengan tanggal wafat Almarhumah
Haul tahun ini digelar di kediaman almarhumah Syarifah Sa'diyah, salah satu putri Intje Ami, dan dihadiri keluarga serta masyarakat yang ingin mengenang kiprah dan pengabdian beliau.
Pelaksanaan haul merupakan agenda rutin tahunan yang sepenuhnya diinisiasi oleh pihak keluarga. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus momentum mengenang perjuangan dan jasa Intje Ami dalam mendampingi dakwah Guru Tua di masa awal penyebaran pendidikan dan syiar Islam di Sulawesi Tengah.
Dalam sejumlah kesaksian keluarga, Intje Ami digambarkan sebagai sosok perempuan yang memiliki peran strategis dan pengaruh besar.
Bahkan, ia kerap diibaratkan seperti Siti Khadijah yang ditulis sebagai "Khadijah in Kaili" dalam biografinya karena harta yang dimilikinya ia relakan untuk perjuangan pendidikan Al-khairaat.
Biografi yang ditulis tentang dirinya juga mencatat bagaimana keteguhan, pengorbanan, dan ketulusan beliau menjadi fondasi penting dalam perjalanan dakwah yang kemudian berkembang luas.
Dalam penjelasan keluarga, disebutkan bahwa Intje Ami pernah menikah sebelum bersama Guru Tua. Dari garis keturunannya, salah satu cicit beliau adalah Fahmi Pettalongi, putra dari Prof. Suleman, yang dikenal sebagai mantan Rektor STAIN/UIN Datokarama Palu.
Keluarga besar terus berkomitmen menjaga dan merawat nilai-nilai perjuangan yang diwariskan almarhumah, termasuk melalui dokumentasi sejarah dalam bentuk buku biografi agar jejak pengabdian beliau tetap terarsipkan secara utuh.
Pelaksanaan haul bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bentuk khidmat keluarga dalam menjaga ingatan jasa seorang perempuan yang mendampingi perjalanan besar dakwah dan pendidikan di Sulawesi Tengah oleh Guru Tua.***





.jpg)





