Operasi SAR Nelayan Hilang di Perairan Lanona Morowali Resmi Ditutup, Korban Belum Ditemukan

OPERASI PENCARIAN ALIAS MAN OVERBOARD di perairan Desa Lanona, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, resmi dihentikan pada Sabtu (21/3/2026)/F-Hms Basarnas Palu 


SAMBAR.ID, Morowali, Sulteng - Operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang terjatuh dari perahunya (Man Overboard) di perairan Desa Lanona, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, resmi dihentikan pada Sabtu (21/3/2026) sore. Hingga hari ketujuh pencarian, korban bernama Rajudin (50) belum berhasil ditemukan.


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu, Muh. Rizal, S.H., menyampaikan bahwa keputusan penghentian operasi ini diambil setelah dilakukan musyawarah bersama pihak keluarga dan pemerintah setempat.


"Tim SAR Gabungan telah melaksanakan pencarian maksimal hingga radius 50 Nm dari lokasi kejadian. Namun, hingga pukul 15.30 WITA, hasil tetap nihil.


Berdasarkan hasil evaluasi dan kesepakatan bersama keluarga, operasi SAR dinyatakan ditutup," ujar Muh. Rizal dalam keterangan persnya, Sabtu (21/3/2026).


Kronologi Kejadian


Peristiwa nahas ini bermula pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 03.30 WITA saat korban berangkat melaut menggunakan perahu katinting. Satu jam kemudian, korban terpisah dari rekannya, Ardi, karena masing-masing menuju rompon yang berbeda.


Sekitar pukul 08.00 WITA, Ardi yang hendak kembali ke darat mencoba mencari korban. Namun, ia hanya menemukan perahu milik korban dalam keadaan kosong tanpa awak yang masih terikat di rompon.


Upaya pencarian mandiri oleh keluarga dan warga setempat selama beberapa hari tidak membuahkan hasil hingga akhirnya dilaporkan ke Pos SAR Morowali.


Upaya Pencarian Gabungan




Selama operasi berlangsung, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Rescue Pos SAR Morowali, BPBD Morowali, Babinsa, PT IHIP, pemerintah desa, dan masyarakat setempat telah dikerahkan.


Pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi dua SRU (Search and Rescue Unit).


Penyisiran dilakukan menggunakan berbagai alut (alat utama) air, di antaranya:


Perahu karet Basarnas dan BPBD Morowali, Speedboat milik Pemda Morowali, serta Speedboat milik PT IHIP.


Meski penyisiran telah diperluas ke arah utara dan barat daya dari koordinat LKP (2^{\circ}20'27.4"S - 121^{\circ}55'52.4"E), keberadaan korban tetap tidak terdeteksi.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR yang terlibat. Dengan ditutupnya operasi ini, seluruh personel dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," tutup Muh. Rizal.***

Lebih baru Lebih lama