Sambar.id//Bekasi - Kebijakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menuai beragam reaksi dari masyarakat. Di tengah upaya pemerintah menjalankan program tersebut, muncul suara kritis yang menilai bahwa jaminan kesehatan gratis atau bantuan tunai langsung jauh lebih mendesak bagi warga kurang mampu.
Pantauan di lapangan menunjukkan banyak masyarakat kecil yang bekerja belasan jam setiap harinya hanya untuk mencukupi kebutuhan makan. Dalam kondisi tersebut, kesehatan sering kali menjadi nomor sekian karena keterbatasan biaya.
"Masih banyak masyarakat yang bekerja mati-matian belasan jam hanya untuk makan. Mereka tidak sempat memikirkan kesehatan sampai akhirnya jatuh sakit," ujar salah satu warga saat ditemui, Jumat (13/3/2026).
Dilema Biaya Rumah Sakit dan Jeratan Pinjol
Persoalan krusial muncul ketika warga miskin atau anggota keluarganya jatuh sakit parah dan membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit. Tanpa adanya pegangan uang tunai atau layanan BPJS gratis dari pemerintah, mereka kerap terjebak dalam situasi buntu.
Kondisi mendesak ini sering kali memaksa masyarakat untuk mencari pinjaman instan guna menutupi biaya pengobatan. Ironisnya, tak sedikit yang terjerat pinjaman dengan bunga tinggi yang justru semakin mencekik ekonomi keluarga.
"Kalau tiba-tiba sakit parah dan tidak punya BPJS gratis, pilihannya cuma pinjam ke sana-kemari meski bunganya tinggi. Yang penting keluarga bisa dirawat. Ini hantu yang nyata bagi kami," lanjutnya dengan nada prihatin.
Kesehatan Gratis Dianggap Lebih Bermanfaat
Melalui aksi penyampaian aspirasi yang terekam di depan gedung pemerintahan, massa membentangkan spanduk bertuliskan pertanyaan retoris mengenai urgensi program MBG. Mereka mengusulkan agar anggaran tersebut dialihkan untuk memberikan BPJS gratis atau bantuan tunai sebesar Rp 300 ribu per bulan.
Menurut warga, manfaat kesehatan gratis akan jauh lebih terasa dampaknya secara jangka panjang bagi stabilitas ekonomi rakyat kecil. Dengan adanya jaminan kesehatan yang pasti, masyarakat tidak perlu lagi merasa was-was akan bangkrut mendadak hanya karena jatuh sakit.
Pemerintah diharapkan dapat mengevaluasi kembali prioritas program agar benar-benar menyentuh akar permasalahan yang dihadapi masyarakat kelas bawah saat ini.
Sumber : warga






.jpg)





