3 Tahun Tanpa Tersangka, Kantor Desa Siweli Lagi Dibakar OTK, Ini Klarifikasi KBO Reskrim Polres Donggala

Kasus pembakaran Kantor Desa Siweli, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, kembali menjadi sorotan publik/F-Hms Polres Donggala.


SAMBAR.ID, Donggala, Sulteng - Kasus pembakaran Kantor Desa Siweli, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, setelah lebih dari tiga tahun perkara pertama belum menemui titik terang, aksi pembakaran serupa kembali terjadi dalam kurun waktu tiga minggu terakhir.


Lambannya penanganan kasus ini memicu sorotan dari masyarakat setempat. Selain perusakan bangunan, sejumlah aset Pemerintah Desa (Pemdes) Siweli juga dilaporkan hilang dicuri saat kejadian pertama tiga tahun silam. Namun, hingga saat ini, pihak kepolisian belum juga menetapkan satu pun tersangka.


Salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya menyatakan keprihatinannya atas mandeknya kasus ini. Ia mempertanyakan fungsi pokok kepolisian dalam memberikan rasa aman dan penegakan hukum di wilayah tersebut.


"Sudah diundang saksi, masyarakat, hingga pihak Pemdes. Ini menjadi polemik, kenapa sampai sekarang belum ada penetapan tersangka dan pelaku pembakaran?" keluhnya kepada awak media ini.


Keresahan warga semakin memuncak setelah dua minggu lalu kantor desa tersebut diduga kembali dibakar secara sengaja oleh oknum tidak bertanggung jawab. Kejadian berulang ini dinilai sebagai bentuk tantangan terhadap aparat penegak hukum.


Tanggapan Polres Donggala


Menanggapi tudingan tersebut, Kapolres Donggala AKBP Angga Dewanto melalui KBO Reskrim Polres Donggala, IPTU Hizbullah Bustamin S.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Ia menyatakan bahwa saat ini kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut.




"Kasus ini masih dalam proses penyidikan dan penyelidikan mendalam. Sementara proses masih berjalan," ungkap IPTU Hizbullah saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada Kamis, (16/4/2026).


Lebih lanjut, IPTU Hizbullah meminta semua pihak untuk bersabar dan memohon dukungan dari masyarakat serta awak media agar kasus ini dapat segera terungkap secara terang benderang.


"Kami memohon dukungan dan support rekan-rekan media dalam pengungkapan kasus ini," tutupnya.**/Tim Red




Lebih baru Lebih lama