SAMBAR.ID, Jakarta - Gelombang unjuk rasa besar melumpuhkan sebagian kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/4/2026). Massa aksi mengepung gerbang utama Kantor Pusat Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memprotes dugaan praktik monopoli dan korupsi di lingkungan kementerian tersebut.
Aksi ini dimotori oleh Serikat Pekerja Hukum Progresif (SPHP) Sulteng, FPK Sulteng, serta elemen mahasiswa Jakarta. Koordinator lapangan, Moh. Raslin, menyatakan bahwa aksi ini bertujuan membongkar penyimpangan yang diduga melibatkan oknum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu.
Penyalahgunaan Inpres dan Nasib Pengusaha Lokal
Dalam orasinya, Raslin menuding adanya penyalahgunaan Inpres Nomor II Tahun 2025 terkait penunjukan langsung BUMN Karya pada Program Asta Cita.
Menurutnya, regulasi tersebut dijadikan alat untuk memenangkan perusahaan tertentu melalui pembatalan tender yang dianggap melanggar hukum.
"Jangan khianati program prioritas Presiden Prabowo dengan praktik korupsi! Kami mencium adanya ‘cawe-cawe’ oknum PU dalam pembatalan tender," tegas Raslin.
Poin Tuntutan Massa
Massa aksi menyampaikan empat tuntutan utama kepada Kementerian PU, yakni:
1.Stop Monopoli : Mendesak penghentian dominasi BUMN Karya pada proyek bernilai ratusan miliar demi memberi ruang bagi kontraktor lokal.
2. Pelunasan Utang Vendor : Menuntut penyelesaian tunggakan pembayaran kepada vendor dan sub-kontraktor lokal di Palu.
3.Audit Investigatif : Meminta Inspektorat Jenderal Kementerian PU memeriksa proses penunjukan langsung proyek irigasi dan pembatalan tender sekolah rakyat di Sulawesi Tengah.
4.Hapus Konflik Kepentingan: Menuntut pejabat kementerian mundur dari jabatan Komisaris di BUMN Karya guna mencegah nepotisme.
Ancam Lapor ke KPK
Pihak demonstran menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar gertakan. Moh. Raslin mengancam akan membawa seluruh bukti dokumen dugaan penyimpangan ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika tidak ada langkah pembersihan internal secara cepat.
“Bersihkan proyek irigasi dan sekolah rakyat dari oknum mafia proyek PU sekarang juga!” pungkasnya sebelum massa membubarkan diri dengan tertib.***
Source : Grahamerdeka.com






.jpg)



