Diplomasi Pendidikan dari Timur: Senator Papua Pegunungan Jajaki Beasiswa ke Rumia


Sambar.id Jakarta, Jumat 17 April 2026 — Langkah diplomasi pendidikan kembali diperkuat. Empat Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Papua Pegunungan—Sopater Sam, Nelson Wenda, Arianto Kogoya, dan Matias Heluka—melakukan kunjungan resmi ke Kedutaan Besar Rumania di Jakarta untuk membuka akses pendidikan global bagi generasi muda Papua.


Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Duta Besar Rumania untuk Indonesia, Dan Adrian Bălănescu, didampingi Konsuler Putriana Parbyta Noor. Pertemuan berlangsung hangat namun substansial, menandai keseriusan kedua pihak dalam membangun jembatan kerja sama yang konkret.


Dalam forum itu, para senator menegaskan satu hal mendasar: Papua tidak kekurangan potensi, tetapi masih membutuhkan akses. Pendidikan internasional dipandang sebagai pintu strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah pegunungan Papua.


Sorotan utama pertemuan adalah peluang beasiswa dari Pemerintah Rumania bagi mahasiswa asli Papua. Usulan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari upaya sistematis untuk menghadirkan keadilan pendidikan di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur dan akses.


Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Rumania menyatakan keterbukaan penuh. Ia menilai Papua sebagai wilayah dengan potensi besar yang layak mendapatkan perhatian dalam kerja sama pendidikan internasional. Komitmen pun ditegaskan: Kedutaan Besar siap mendukung pengembangan SDM melalui jalur akademik global.


Sebagai langkah lanjutan, kedua pihak sepakat memperkuat koordinasi teknis, khususnya terkait mekanisme seleksi dan persiapan calon mahasiswa. Proses ini akan tetap mengacu pada standar akademik yang berlaku di Rumania, sekaligus mempertimbangkan kesiapan peserta dari Papua.


Kunjungan ini menjadi lebih dari sekadar agenda diplomatik. Ia adalah sinyal bahwa pembangunan Papua tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga investasi jangka panjang pada manusia—melalui pendidikan yang setara, terbuka, dan berdaya saing global.


(Bawi Kogoya)

Lebih baru Lebih lama