KETUA KPK JABAR APRESIASI KAJARI BANDUNG YANG TELAH MENANGKAP DAN MENAHAN DIRUT PT BDS KAB BANDUNG: TINGGAL TUNGGU DUA KASUS LAGI BPR DAN DINAS PUTR, KITA TUNGGU ACTION DARI APH

 


SAMBAR.ID | BANDUNG – Ketua Umum Komite Pencegahan Korupsi (KPK) Jawa Barat, Rd. H. Piar Pratama, S.H, memberikan apresiasi tinggi atas langkah berani dan tegas yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandung.

 

Pihak kejaksaan dinilai telah bekerja maksimal dengan menangkap dan menahan Direktur Utama PT Bandung Daya Sentosa (BDS) Kabupaten Bandung dalam kasus dugaan korupsi.

 

Menurut Piar Pratama, penangkapan ini menjadi bukti nyata bahwa supremasi hukum di Kabupaten Bandung benar-benar berjalan dan tidak main-main.

 

"Saya sangat mengapresiasi sikap dan langkah berani ini. Ini adalah wujud pembuktian bahwa penegakan hukum di Kabupaten Bandung benar-benar berjalan," ujar Piar dengan tegas.

 

Dengan adanya tindakan hukum tersebut, Piar meyakini proses pengusutan kasus PT BDS akan semakin terang benderang dan terungkap secara tuntas.

 

Piar juga menegaskan bahwa kejelasan langkah hukum ini akan memutus spekulasi atau asumsi yang berkembang di masyarakat.

 

"Seperti yang saya katakan sebelumnya, biarkan Aparat Penegak Hukum (APH) bekerja semaksimal mungkin secara objektif. Tujuannya agar kasus ini terkuak sejelas-jelasnya. Jika nanti terbukti ada tersangka lainnya, pasti akan terbuka juga siapa saja yang terlibat," tegasnya.

 

Langkah ini pun menjadi angin segar bagi masyarakat, menandakan bahwa aparat serius memberantas praktik mafia yang merugikan daerah.

 

Penahanan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Penetapan Nomor 01/M.2.19/FD.204/2026 dalam penyidikan perkara dugaan korupsi di PT Bandung Daya Sentosa (BDS).

 

Dalam kasus ini, tim penyidik telah melakukan perhitungan dan menemukan adanya kerugian keuangan negara yang sangat besar, mencapai angka Rp128.524.958.010 (Rp128,5 miliar).

 

"Good job untuk kejaksaan! Ini membuktikan bahwa mereka masih tajam, berani, dan tegas dalam menindak pelanggaran hukum di Kabupaten Bandung," pungkas Piar Pratama.




(Hans/UM) 

Lebih baru Lebih lama