Sambar.id SUMENEP — Upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM) di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) terus diintensifkan. Direktur RSUD Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes., menginstruksikan seluruh pegawai untuk menggunakan sepeda sebagai moda transportasi ke tempat kerja, khususnya setiap Rabu dan Jumat.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Sumenep yang disampaikan pada Maret 2026, sekaligus mengacu pada Surat Edaran (SE) Nomor 19 Tahun 2026 tentang perubahan atas SE Nomor 17 Tahun 2026 terkait penghematan BBM.
Menurut dr. Erliyati, implementasi kebijakan tersebut tidak hanya bertujuan mendukung program pemerintah daerah, tetapi juga mendorong terciptanya pola hidup sehat di kalangan pegawai rumah sakit.
“Pegawai kami dorong untuk bersepeda ke kantor, terutama yang berdomisili dalam jarak relatif dekat. Selain mendukung kebijakan penghematan energi, ini juga bagian dari upaya menjaga kebugaran,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Ia menegaskan, kebiasaan bersepeda diharapkan mampu menekan konsumsi BBM secara signifikan, sekaligus menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.
“Langkah ini kami harapkan dapat berjalan secara konsisten sehingga membentuk budaya baru di lingkungan kerja,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menekankan bahwa kebijakan efisiensi BBM bukan sekadar langkah administratif, melainkan bagian dari transformasi pola hidup ASN.
“Kami ingin ASN lebih bijak dalam penggunaan energi, termasuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, penggunaan transportasi ramah lingkungan menjadi langkah konkret dalam mendorong gaya hidup berkelanjutan, terutama bagi ASN yang memiliki jarak tempuh hingga lima kilometer dari tempat kerja.
“Kebijakan ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif akan pentingnya efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya.






.jpg)



