SAMBAR. ID// SIDOARJO - Tragedi pembacokan yang menimpa warga di kawasan Magersari, Sidoarjo, beberapa waktu lalu terus memantik simpati publik. Di tengah kebuntuan finansial yang menghimpit keluarga korban, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sidoarjo hadir memberikan kepastian melalui skema bantuan pembiayaan kesehatan darurat.
Langkah responsif pemerintah daerah ini mendapat apresiasi tinggi dari DPC Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Sidoarjo. Organisasi yang dipimpin oleh Rosario de Marshall (Hercules) tersebut secara intensif mengawal kasus ini dari sisi kemanusiaan guna memastikan hak-hak korban terpenuhi tanpa hambatan birokrasi.
Penanganan medis akibat luka berat kerap kali terbentur kendala administratif yang rumit. Namun, dalam kasus Magersari ini, koordinasi lintas sektoral antara elemen masyarakat dan pemerintah daerah terbukti mampu memangkas jalur birokrasi demi keselamatan nyawa manusia.
Pembina GRIB Jaya DPC Kabupaten Sidoarjo, Selamet Joko Anggoro, menegaskan bahwa langkah Dinsos Sidoarjo adalah wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat kecil yang sedang tertimpa musibah.
"Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Dinas Sosial Sidoarjo atas respon yang sangat cepat dan progresif. Korban pembacokan di Magersari ini benar-benar membutuhkan uluran tangan segera, dan Dinsos membuktikan bahwa birokrasi kita bisa bergerak lincah demi nyawa manusia," ujar Selamet dalam keterangan resminya, Sabtu (4/4).
Selamet menambahkan bahwa pengawalan ini bukan sekadar urusan dokumen, melainkan persoalan rasa keadilan. Ia memastikan GRIB Jaya akan terus bersinergi dengan Pemkab Sidoarjo untuk mengawal kasus-kasus serupa di masa depan.
"Bantuan biaya ini adalah napas baru bagi keluarga agar mereka bisa fokus pada pemulihan. Sementara untuk proses hukum, kita percayakan sepenuhnya kepada kepolisian agar diusut tuntas," tegasnya.
Menanggapi apresiasi tersebut, perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Yudi, menjelaskan bahwa penanganan bantuan sosial dalam kondisi darurat merupakan prioritas utama sesuai arahan pimpinan. Pihaknya berkomitmen memastikan tidak ada warga Sidoarjo yang terlantar secara medis, terutama bagi korban tindak kriminalitas yang tidak mampu.
"Kami bergerak berdasarkan prinsip kemanusiaan dan aturan yang berlaku. Setelah menerima laporan dan melakukan verifikasi lapangan, kami segera memproses bantuan pembiayaan kesehatan bagi korban. Ini sudah menjadi kewajiban kami untuk memberikan pelayanan publik yang responsif," ungkap Yudi.
Yudi juga mengakui pentingnya peran organisasi masyarakat sebagai mitra strategis pemerintah. "Informasi dari rekan-rekan di lapangan sangat membantu kami dalam mempercepat jangkauan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan," imbuhnya.
Berdasarkan informasi terbaru, saat ini korban tengah menjalani perawatan intensif untuk pemulihan luka-lukanya. Korban kini dirawat di Ruang Mawar Kuning, RSUD Notopuro, Sidoarjo. Dengan adanya kepastian pembiayaan dari Dinsos, pihak keluarga kini bisa bernapas lega tanpa harus terbebani biaya medis yang besar.
Kolaborasi antara GRIB Jaya Sidoarjo dan Dinas Sosial ini diharapkan menjadi standar baku dalam merespons kejadian darurat di Kota Delta, demi terciptanya ekosistem sosial yang aman, responsif, dan saling peduli. (*)






.jpg)



