Taufik Dicopot dari Kursi Ketua DPRD Donggala, NasDem Tunjuk Yasin Lataka Sebagai Pengganti


Sambar.id DONGGALA — Muhammad Taufik resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Donggala setelah keluarnya Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem terkait penetapan pimpinan DPRD dan Ketua Fraksi untuk sisa masa jabatan 2024–2029.


Dalam SK tersebut, posisi Ketua DPRD Donggala kini dialihkan kepada Muhammad Yasin Lataka, yang ditetapkan sebagai pengganti Taufik. Keputusan ini sekaligus menandai perubahan struktur kepemimpinan di tubuh DPRD Donggala berdasarkan kebijakan partai.


Taufik mengakui secara pribadi keputusan itu bukan hal yang mudah diterima. Namun sebagai kader partai, ia menegaskan sikap patuh dan berbesar hati terhadap keputusan organisasi.


“Secara manusiawi tentu tidak mengenakkan. Tapi jabatan ini adalah amanah partai. Saya menerima dengan baik, dengan lapang dada dan tetap harus berbesar hati,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).


Taufik juga menyatakan telah meminta Sekretariat DPRD untuk segera memproses SK tersebut agar agenda paripurna pengumuman dan pelantikan pimpinan baru dapat dilaksanakan dalam satu hingga dua minggu ke depan. Ia bahkan menyatakan siap memimpin langsung rapat paripurna tersebut sebagai bagian dari proses transisi.


Di tengah dinamika pergantian itu, muncul isu yang menyebut dirinya terlibat upaya “kudeta” terhadap Ketua DPW NasDem Sulawesi Tengah. Taufik membantah keras tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai informasi yang tidak berdasar.


“Saya tidak pernah melakukan upaya kudeta. Itu tidak benar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara moral maupun etika politik,” tegasnya.


Ia juga membantah kabar yang menyebut dirinya membawa sejumlah nama ke DPP untuk menggantikan posisi Ketua DPW, dan menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan spekulasi tanpa dasar.


Taufik menjelaskan, dalam SK yang diterimanya tidak tercantum alasan rinci pemberhentian dirinya. Keputusan hanya merujuk pada usulan DPW NasDem Sulawesi Tengah serta hasil rapat harian DPP.


Lebih lanjut, ia mengungkapkan sebelum keputusan tersebut keluar, dirinya tidak pernah menerima teguran, baik lisan maupun tertulis.


“Tidak ada surat peringatan sebelumnya,” ujarnya.


Ia juga menyebut bahwa pergantian ini tidak hanya terjadi pada dirinya, melainkan juga pada sejumlah pimpinan DPRD dari Fraksi NasDem di daerah lain.


Meski demikian, Taufik menegaskan seluruh kader wajib menghormati keputusan partai.


“Ini perintah partai. Sebagai kader, kami tunduk dan patuh melaksanakannya,” katanya.


Terkait isu adanya perpecahan internal di tubuh NasDem Donggala, Taufik membantah adanya kubu-kubu. Ia mengaku telah berdiskusi dengan penggantinya, Muhammad Yasin Lataka, dan sepakat menjaga soliditas politik di daerah.


“Jabatan Ketua DPRD bukan untuk berjalan sendiri. Harus mengakomodasi kepentingan bersama,” ujarnya.


Menutup pernyataannya, Taufik menyampaikan terima kasih kepada DPW NasDem Sulawesi Tengah atas kepercayaan yang pernah diberikan selama kurang lebih satu setengah tahun memimpin DPRD Donggala. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.


“Meski tidak lagi menjabat Ketua DPRD, saya tetap berkomitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat Donggala,” tutupnya.


Laporan: Abu Bakar

Lebih baru Lebih lama