Sambar.id, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan keresahan seorang Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, viral di media sosial TikTok setelah diunggah oleh akun @yuamran_. Dalam unggahan tersebut, pedagang tersebut membongkar dugaan tindakan kesewenang-wenangan dan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum Satpol PP.
Dugaan Pemerasan dan Intimidasi
Dalam rekaman video itu, sang pedagang mengungkapkan bahwa sejumlah oknum Satpol PP kerap melakukan tindakan yang merugikan rakyat kecil. Ia menyebutkan bahwa para oknum tersebut sering meminta barang dagangan secara paksa hingga sejumlah uang.
"Mereka itu kadang sering malakin rokok, uang. Sekalinya minta rokok, ambil dua bungkus," ujar pedagang tersebut dalam videonya dengan nada emosional.
Tak hanya itu, ia juga mengaku pernah diancam akan dilaporkan ke polisi jika tidak menyerahkan telepon selulernya (HP) saat para oknum tersebut menanyakan surat izin dagang di jalanan—sesuatu yang menurutnya mustahil dimiliki oleh pedagang kecil sepertinya.
Pelanggaran Lalu Lintas
Selain dugaan pungli, pedagang tersebut juga menyoroti perilaku oknum petugas yang dianggap tidak memberikan contoh baik dalam berkendara. Berdasarkan pengamatannya, para petugas yang menggunakan sepeda motor dinas tersebut sering terlihat melawan arus lalu lintas di kawasan Kuningan, baik di hari kerja maupun hari libur.
"Mereka sering lawan arah lalu lintas. Bahkan di hari libur dan jam malam pun mereka sering lewat dan melanggar," tambahnya.
Harapan kepada Pemprov DKI Jakarta
Pedagang tersebut merasa tertekan dengan ucapan merendahkan yang sering dilontarkan oknum petugas, seperti kalimat "Makanya jangan jadi orang susah." Ia pun membandingkan fasilitas kendaraan mewah yang digunakan petugas dengan nasib rakyat kecil yang sedang berjuang mencari nafkah.
Melalui video yang telah ditonton ribuan kali tersebut, warga berharap Gubernur Jakarta, Pramono Anung, dapat segera memberikan perhatian serius. Masyarakat mendesak adanya tindakan tegas dan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja anggota Satpol PP di lapangan agar tidak lagi menyusahkan rakyat kecil yang sedang membangun usaha mandiri.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih mencoba menghubungi pihak Satpol PP DKI Jakarta untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum anggotanya tersebut.
(sbr_id/Red)






.jpg)



