Sambar.id, Bulukumba, Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Al-Munawwarah Bonto Manumpa, Kecamatan Herlang, berlangsung penuh kekompakan dan semangat gotong royong. Di balik suksesnya pelaksanaan kurban tahun ini, nama Haji Andi Azis Madu Maloga menjadi salah satu tokoh yang dinilai berperan besar dalam menjaga kebersamaan dan memperkuat solidaritas masyarakat.
Kegiatan kurban yang berlangsung hangat dan tertib itu menjadi gambaran kuatnya budaya saling membantu di tengah warga Bonto Manumpa. Kehadiran tokoh masyarakat yang aktif mendukung kegiatan masjid dinilai memberi energi positif bagi tumbuhnya semangat berbagi dan kepedulian sosial masyarakat Herlang.
Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Pataro, Muh. Basri Barutong, serta dukungan Camat Herlang Andi Fidyah Samad, pelaksanaan kurban tahun ini berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Masjid Al-Munawwarah yang dibangun oleh H. Muhammad Nakir kini berkembang menjadi pusat kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat desa.
Perkembangan pelaksanaan kurban juga terlihat dari meningkatnya jumlah hewan kurban pada tahun 2026. Jika tahun sebelumnya hanya dua ekor sapi, tahun ini meningkat menjadi empat ekor sapi. Lonjakan tersebut menjadi indikator meningkatnya partisipasi dan kesadaran masyarakat untuk berbagi kepada sesama.
Ketua Panitia Kurban Puang H. Syarifuddin, S.Pd bersama Puang Hj. Hayati, S.Pd memimpin seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh tanggung jawab. Dukungan Jusalim serta Muh. Asri Duppai sebagai bendahara panitia turut memastikan proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban berjalan tertib, rapi, dan merata.
Haji Andi Azis Madu Maloga bersama warga juga terus mendorong terciptanya suasana persatuan dan rasa saling percaya di tengah masyarakat. Peran tokoh masyarakat yang konsisten mendukung aktivitas masjid disebut menjadi salah satu faktor utama berkembangnya kegiatan kurban dari tahun ke tahun.
Antusiasme warga untuk Idul Adha tahun depan pun mulai terlihat. Hingga saat ini, sedikitnya dua kelompok atau sekitar 14 orang telah mendaftarkan diri sebagai peserta kurban untuk tahun 2027.
Keberhasilan Masjid Al-Munawwarah Bonto Manumpa menjadi bukti bahwa masjid desa mampu menjadi pusat lahirnya solidaritas sosial. Dengan semangat persatuan, kepedulian, dan kerja sama yang kuat, masyarakat mampu membangun tradisi kurban yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mempererat ikatan kebersamaan antarwarga. (*)








.jpg)



