SAMBAR.ID, Opini, Palu - Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Tengah yang dijadwalkan digelar 10 Mei 2025 mulai memanas. Nama Anwar Hafid disebut sebagai figur terkuat untuk kembali memimpin Demokrat Sulteng.
Dukungan terhadap Anwar Hafid menguat karena dinilai berhasil melakukan konsolidasi partai, memiliki pengalaman politik, serta menjaga kekuatan Demokrat di daerah.
Dalam pembahasan formasi kepengurusan baru, sejumlah nama diperbincangkan untuk memperkuat mesin politik partai. Mereka adalah Reny Lamadjido, Syarifudin Hafid, Ikbal Basir Khan, dan Hidayat Pakamundi. Keempatnya dinilai memiliki kapasitas organisatoris dan basis politik yang kuat.
Di antara nama tersebut, muncul figur muda Abdurahman Thaha atau yang akrab disapa ART. ART dinilai layak menjadi representasi regenerasi politik di tubuh Demokrat Sulteng.
ART disebut memiliki kombinasi kapasitas intelektual, pengalaman politik, dan kemampuan membangun jaringan lintas generasi. Sosoknya dikenal tegas, komunikatif, serta berpengalaman dalam dinamika politik nasional maupun daerah.
Pengalamannya sebagai anggota DPD RI dinilai menjadi modal penting dalam membaca arah kebijakan dan membangun komunikasi pusat-daerah.
Di kalangan kader muda, ART dianggap mampu menghadirkan energi baru dan menjembatani generasi senior dengan generasi muda Demokrat. Ia juga aktif membangun komunikasi dengan pemuda, akademisi, komunitas sosial, hingga tokoh-tokoh daerah.
Sekjend GEMA Alkhairaat Edi Setiawan S.E, M.M menilai, jika Anwar Hafid kembali dipercaya memimpin, maka figur pendamping tidak hanya dibutuhkan untuk urusan administratif, tetapi juga untuk mengonsolidasikan gerakan politik partai secara modern dan adaptif. "ART dinilai memiliki kapasitas untuk mengisi peran tersebut," ungkapnya.
Selain berlatar akademik kuat, ART dipandang memiliki karakter kepemimpinan yang cepat membaca situasi, kuat dalam komunikasi publik, serta memahami transformasi organisasi berbasis digital dan penguatan kaderisasi.
"Musda Demokrat Sulteng kali ini diperkirakan bukan sekadar agenda pergantian pengurus, tetapi juga momentum penentuan arah baru partai menghadapi kontestasi politik mendatang," ungkapnya lagi.
Munculnya nama ART sebagai pendamping Anwar Hafid dinilai menjadi sinyal bahwa regenerasi dan penguatan organisasi mulai menjadi perhatian serius di tubuh Demokrat Sulteng.***







.jpg)



