Jumat Bersih di Manjalling: Warga, Masjid, Sekolah dan Pemerintah Bersatu Lawan Banjir


SAMBAR.ID, BULUKUMBA – Pemandangan penuh semangat gotong royong terlihat di Dusun Kailie, Desa Manjalling, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Jumat (30/5/2026). Puluhan warga bersama berbagai unsur masyarakat turun langsung membersihkan saluran drainase di Jalan Dato Ribandang dalam kegiatan Jumat Bersih.


Kegiatan ini menjadi bukti bahwa persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Pengurus Masjid Jami Babul Jannah, Pimpinan Perpustakaan Agussalim, Plt. Kepala SD Negeri 15 Manjalling, BPD Manjalling, Pemerintah Desa Manjalling, serta warga sekitar bahu-membahu membersihkan sampah dan endapan yang menghambat aliran air.


Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi banjir dan genangan yang kerap terjadi saat musim hujan. Drainase yang tersumbat selama ini menjadi salah satu penyebab air meluap hingga mengganggu aktivitas warga.


Ketua Pengurus Masjid Jami Babul Jannah, Agussalim, mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkelanjutan.


"Kerja bakti ini bukan hanya membersihkan saluran, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar," ujarnya.


Warga yang ikut dalam kegiatan tersebut berharap pembersihan drainase dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama mengurangi jumlah rumah yang terdampak genangan air ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.


Selain membersihkan saluran air, kegiatan Jumat Bersih juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah ke dalam drainase. Kebiasaan tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama penyumbatan saluran dan meningkatnya risiko banjir.


Semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga Desa Manjalling mendapat apresiasi karena menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara masyarakat, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan pemerintah desa dapat menghasilkan manfaat langsung bagi lingkungan.


Dengan slogan "Stop Buang Sampah di Saluran", masyarakat berharap gerakan Jumat Bersih tidak berhenti pada satu kegiatan saja, melainkan menjadi budaya bersama demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas banjir. (*)

Lebih baru Lebih lama