Kedatangan Bupati adalah bentuk tindak lanjut diskusi strategis dengan PT Asiana Technologies Lestary, perusahaan pengembang teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF). Di lokasi, ia menyaksikan langsung bagaimana sistem tersebut mengolah sampah yang biasanya hanya ditimbun di tempat pembuangan akhir, berubah menjadi bahan bakar pengganti fosil yang sangat dibutuhkan oleh industri semen.
Keunggulan utama yang menjadi daya tarik utama bagi Pemkab OKU adalah skema pembiayaannya. Teknologi ini diterapkan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta tanpa memungut biaya pengolahan atau Tipping Fee dari pemerintah daerah. Sebaliknya, perusahaan pengelola justru akan menyewa lahan di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang disiapkan pemerintah kabupaten. Skema ini secara otomatis akan membuka sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru yang berkelanjutan.
Menurut Bupati Teddy Meilwansyah, persoalan sampah selama ini menjadi beban lingkungan sekaligus keuangan karena pengelolaannya masih bersifat konvensional. Ia menilai teknologi RDF ini adalah solusi paling tepat dan komprehensif untuk diterapkan di wilayahnya.
"Kami sangat tertarik dan siap menerapkan sistem ini di OKU. Selama ini pengelolaan sampah masih konvensional dan membebani anggaran daerah. Dengan teknologi ini, volume sampah berkurang drastis, lingkungan menjadi bersih, dan yang paling penting daerah mendapatkan pemasukan dari sewa lahan tanpa ada biaya operasional yang harus dikeluarkan dari APBD," ungkap Bupati usai meninjau jalannya operasional pabrik pengolahan tersebut.
Rencananya, fasilitas pengolahan ini akan dibangun dan dioperasikan di lahan TPA yang sudah ada di wilayah Kabupaten OKU. Melalui sistem ini, pemerintah menargetkan tumpukan sampah di TPA dapat ditekan secara signifikan, sekaligus menjawab kebutuhan industri akan pasokan energi yang lebih ramah lingkungan.
Pihak PT Asiana Technologies Lestary menyambut baik rencana kerja sama ini. Kepala Penjualan Domestik & Internasional perusahaan, Boris Evan, menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh rencana Pemkab OKU. Ia berharap kerja sama ini dapat segera terwujud sehingga Kabupaten OKU bisa menjadi daerah percontohan pengelolaan sampah berbasis teknologi modern pertama di Provinsi Sumatera Selatan.
Langkah selanjutnya, rencana kerja sama ini akan dibahas secara mendalam bersama Dinas Lingkungan Hidup serta instansi terkait di lingkungan Pemkab OKU. Pembahasan ini bertujuan untuk mematangkan skema kerja sama teknis maupun hukum, serta persiapan lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu tersebut.
[Tim]







.jpg)



