Cecar Pertanyaan Soal Proyek Rp 39 Miliar, Wartawan Inisial DT Diduga Diintimidasi Kepala BPJN Sulteng

DUGAAN INTIMIDASI ini terjadi saat wartawan tersebut berupaya melakukan konfirmasi terkait proyek jalan dinas setempat/F-IST ilustrasi 


SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Bambang Razak, diduga melakukan intimidasi dan pengancaman terhadap salah seorang wartawan media Strateginews.com, Damai Tebisi (DT). 


Dugaan intimidasi ini terjadi saat wartawan tersebut berupaya melakukan konfirmasi terkait proyek jalan dinas setempat.


Kepada wartawan pada Rabu (3/6/2026), DT membeberkan kronologi tekanan yang diterimanya dari Bambang Razak. Kejadian bermula saat DT mengirimkan pesan konfirmasi melalui WhatsApp mengenai kondisi pekerjaan di poros Taripa–Tentena yang menelan pagu anggaran sebesar Rp 39 Miliar.


"Tujuan saya mengonfirmasi hanya ingin melanjutkan keluhan masyarakat pengguna jalan yang mengeluhkan kondisi jalan nasional di poros Didiri–Taripa," ujar DT.


Awalnya, Bambang merespons positif dan berterima kasih atas foto kondisi lapangan yang dikirimkan oleh DT. Namun, situasi berubah ketika DT terus melayangkan pertanyaan mendalam yang disertai bukti foto dan video tambahan mengenai kondisi riil di lokasi proyek.


Menurut DT, Kepala BPJN Sulteng tersebut diduga panik dan merespons dengan nada tinggi serta kalimat bernada ancaman.


"Apa maumu, kau harus bertanggung jawab dengan kalimat yang kau kirim kepada saya. Hati-hati kau, mau ketemu di mana? Mudah-mudahan saya tidak emosi saat kita bertemu," kata DT menirukan pernyataan Bambang.


Menanggapi tantangan tersebut, DT menyatakan tidak keberatan untuk bertemu langsung dan siap mendatangi kantor BPJN Sulteng. Hingga berita ini diturunkan, pihak BPJN Sulteng belum memberikan keterangan resmi. 


Saat sejumlah awak media mendatangi Kantor BPJN XVI Sulteng di Jalan Haryono pada Rabu (3/6/2026) untuk meminta klarifikasi, staf kantor menyatakan bahwa Bambang Razak sedang berada di luar kota.


"Kepala Balai sedang turun ke lokasi untuk mengecek langsung kondisi pekerjaan di lapangan," ujar salah satu stafnya.***


Sumber : Monitornasional.com

Lebih baru Lebih lama