Dongkrak Konektivitas, Pemprov Sulteng Gelar Groundbreaking Jalan Palu-Kulawi di Sigi


PEMPROV SULTENG bersama Pemkab Sigi mengundang masyarakat untuk menghadiri seremoni groundbreaking pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan/F-IST.


SAMBAR.ID, Sigi, Sulteng - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) bersama Pemerintah Kabupaten Sigi mengundang masyarakat untuk menghadiri seremoni groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. 


Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Lapangan Kota Pulu, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, pada Minggu (7/6/2026) mulai pukul 07.30 WITA.


Acara tersebut menandai dimulainya proyek Rekonstruksi Ruas Jalan Palu-Kulawi yang menggunakan skema kontrak tahun jamak (Multi Years Contract/MYC). Proyek ini merupakan bagian dari program prioritas Pemprov Sulteng, "BERANI LANCAR Sulteng NAMBASO", yang bertujuan memperkuat konektivitas antar-daerah.


Prosesi groundbreaking dijadwalkan dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, didampingi Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido. Agenda ini juga bakal dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta warga masyarakat Kabupaten Sigi.


Kabupaten Sigi dipilih sebagai lokasi seremoni karena memiliki nilai strategis. Ruas Jalan Palu-Kulawi merupakan jalur utama yang menghubungkan Kota Palu dengan kawasan produktif di Sigi serta wilayah penyangga (hinterland) di Sulawesi Tengah.


Melalui rekonstruksi ini, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas jalan dan jembatan yang lebih aman guna menekan biaya transportasi, mempercepat mobilitas warga, serta membuka peluang investasi baru. 


Pemprov Sulteng menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya pemerataan ekonomi di wilayah penyangga.


Selain prosesi peletakan batu pertama, Pemprov Sulteng juga akan menggelar Pasar Murah di lokasi kegiatan untuk menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat yang hadir.


Melalui undangan resmi yang ditandatangani Gubernur Anwar Hafid, pemerintah mengimbau para camat dan kepala desa untuk mengoordinasikan kehadiran warga. Kehadiran masyarakat diharapkan menjadi bentuk dukungan terhadap pembangunan infrastruktur yang berdampak jangka panjang bagi kemajuan daerah.***


Source : Tim Media Berani 

Lebih baru Lebih lama