Sambar.id, BEKASI |
Cikarang - Momentum Peringatan Hari Lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni 2026 menjadi pilar strategis bagi dunia pendidikan di Indonesia dalam menguatkan jati diri bangsa. Sekolah-sekolah memanfaatkan momen bersejarah ini sebagai wadah utama guna mengimplementasikan nilai-nilai karakter, nasionalisme, dan moralitas kepada generasi penerus.
Kepala Sekolah SDN Pasir Gombong 01, Achmad Syahroni, S.Pd., menegaskan pentingnya reposisi fungsi institusi pendidikan formal pada hari peringatan ini. Menurut beliau, proses internalisasi nilai-nilai luhur bernegara mutlak harus dimulai dari lingkup terkecil dalam sistem persekolahan.
"Peringatan Hari Lahir Pancasila adalah titik tolak strategis untuk menjadikan ruang kelas dan sekolah sebagai pusat persemaian ideologi dan karakter," ujar Achmad Syahroni, S.Pd. dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/6/2026).
Berdasarkan relevansinya dengan dunia pendidikan, terdapat tiga kaitan penting yang menjadi fondasi dalam menghidupkan kelima sila Pancasila di tengah tantangan zaman modern saat ini:
1.Landasan Sistem Pendidikan Nasional
Pancasila berkedudukan sebagai jiwa sekaligus landasan fundamental dari Sistem Pendidikan Nasional kita. Melalui peringatan ini, seluruh pemangku kepentingan diingatkan kembali bahwa setiap kegiatan belajar-mengajar di sekolah harus berorientasi pada pembentukan manusia Indonesia yang berakhlak mulia.
2.Reaktualisasi Pendidikan Karakter
Hari Lahir Pancasila menjadi momen refleksi serta penguatan moral di lingkungan sekolah. Institusi pendidikan berkewajiban secara aktif mengajarkan prinsip toleransi, keadilan, gotong royong, dan kemanusiaan demi membentengi serta mencegah berkembangnya paham radikalisme di kalangan pelajar.
3.Implementasi Kurikulum yang Relevan (P5)
Momentum ini mendorong penerapan nyata Kurikulum Merdeka, khususnya melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Di dalam program ini, para siswa diajak secara langsung mempraktikkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sosial dan kegiatan bermasyarakat.
Melalui langkah-langkah praktis tersebut, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan (kognitif), melainkan juga menjadi inkubator moral yang mencetak generasi emas berkarakter kuat. Untuk informasi teknis lebih lanjut mengenai panduan dan contoh pelaksanaan praktis di lapangan, masyarakat serta praktisi pendidikan dapat mengakses dokumentasi resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Narasumber: Kepala Sekolah SDN Pasir Gombong 01, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi
(sbr_id/red)







.jpg)



