Kebakaran Gudang Pestisida BPP Kajen, Polisi Lakukan Olah TKP dan Selidiki Penyebabnya



Sambar. Id Polres Pekalongan - Polda Jateng - Sebuah gudang penyimpanan obat dan pestisida milik Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, mengalami kebakaran pada Minggu (14/6/2026) siang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp. 5 juta.


Kapolsek Kajen Iptu Teguh Subiyantoro mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian kebakaran dari petugas BPP dan langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan penanganan awal bersama petugas pemadam kebakaran.


“Begitu menerima laporan, anggota Polsek Kajen segera mendatangi lokasi bersama petugas pemadam kebakaran untuk melakukan pemadaman dan pengamanan area. Setelah api berhasil dipadamkan, kami melaksanakan olah TKP bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Pekalongan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran,” kata Iptu Teguh saat dikonfirmasi.


Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Teguh Iman Subarjo (52), penjaga TK Pembina Kecamatan Kajen yang berada di sekitar lokasi. Saat itu, saksi melihat asap tebal membumbung dari arah kantor BPP Kecamatan Kajen. Ketika dilakukan pengecekan, api diketahui telah membakar gudang yang berada di sisi barat kantor.


Saksi kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada petugas BPP dan segera menghubungi pemadam kebakaran. Tak lama berselang, satu unit mobil pemadam kebakaran bersama personel Polsek Kajen tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman.


Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung kurang lebih satu jam hingga api berhasil dikendalikan. Setelah kondisi dinyatakan aman, petugas kepolisian melakukan olah TKP serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.


Dari hasil pemeriksaan awal, gudang yang terbakar merupakan bangunan tambahan dengan dinding berbahan galvalum yang digunakan untuk menyimpan berbagai perlengkapan pertanian. Di dalam gudang terdapat dua-dus pestisida cair, satu karung obat fumigasi tikus berbentuk silinder sebanyak sekitar 100 batang, serta sejumlah arsip dan dokumen.


Polisi menduga titik awal kebakaran berasal dari tumpukan obat fumigasi tikus yang tersimpan di dalam gudang. Dugaan sementara, cuaca panas dan terik yang menyebabkan suhu di dalam gudang meningkat memicu bahan mudah terbakar pada obat fumigasi tersebut.


“Berdasarkan hasil olah TKP sementara, titik api diduga berasal dari tumpukan obat fumigasi tikus yang berada di dalam gudang. Namun demikian, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran secara pasti,” ungkap Kapolsek.


Akibat kejadian tersebut, sejumlah pestisida, obat fumigasi, serta arsip yang tersimpan di dalam gudang mengalami kerusakan. Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa itu. (*) 

Lebih baru Lebih lama