Sambar.id, Manggarai Timur – Polemik rekrutmen Mitra Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Manggarai Timur terus bergulir. Sejumlah peserta mengaku kecewa setelah ratusan pendaftar yang sebelumnya dinyatakan lolos pada tahap seleksi gelombang pertama dan kedua dilaporkan tidak lagi masuk dalam daftar peserta yang berhak mengikuti pelatihan.
Kondisi tersebut memicu pertanyaan dan kekhawatiran dari para peserta terhadap proses rekrutmen yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Manggarai Timur. Mereka menilai hingga saat ini belum ada penjelasan yang terbuka terkait mekanisme penentuan peserta yang akhirnya dinyatakan berhak mengikuti pelatihan.
Robi, salah satu peserta seleksi, mengaku kecewa dengan kebijakan yang diterapkan dalam proses rekrutmen tersebut. Menurutnya, para peserta yang telah mengikuti seluruh tahapan seleksi berhak memperoleh penjelasan yang transparan mengenai alasan kelulusan maupun pembatalan status peserta.
"Saya sangat kecewa dengan aturan yang diterapkan. Kami sudah mengikuti proses seleksi, tetapi sampai sekarang belum ada penjelasan yang jelas mengenai dasar penentuan peserta yang lolos mengikuti pelatihan," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan keterangan Syam selaku panitia wawancara, penentuan peserta dilakukan melalui tiga tahapan seleksi. Namun, menurut penjelasan tersebut, keputusan akhir ditentukan oleh Penanggung Jawab (PJ) Kecamatan.
Pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru dari para peserta. Hingga kini belum ada keterbukaan mengenai siapa saja PJ Kecamatan yang dimaksud serta metode atau indikator apa yang digunakan dalam menentukan mitra yang berhak mengikuti pelatihan Sensus Ekonomi 2026.
Para peserta yang merasa dirugikan menilai transparansi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen yang dilaksanakan oleh lembaga negara. Mereka berharap BPS Manggarai Timur dapat memberikan klarifikasi resmi terkait mekanisme seleksi, dasar penentuan kelulusan, serta alasan perubahan status peserta yang sebelumnya telah dinyatakan lolos.
Saat dikonfirmasi terkait polemik tersebut, Syam selaku panitia wawancara belum memberikan tanggapan lebih lanjut mengenai pertanyaan peserta terkait proses penentuan kelulusan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BPS Manggarai Timur disebut belum memenuhi tuntutan sejumlah peserta yang meminta penjelasan terbuka terkait mekanisme penetapan mitra yang berhak mengikuti pelatihan Sensus Ekonomi 2026. Para peserta berharap adanya klarifikasi resmi guna mengakhiri polemik yang terus berkembang di tengah masyarakat. (Latif)








.jpg)



