SAMBAR.ID//ROKAN HILIR – Kunjungan mendadak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke SDN 016 Serusa Parit Aman, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, pada Rabu (22/7/2026) menjadi buah bibir dan sorotan tajam publik.
Inspeksi mendadak (sidak) tersebut dilakukan Wapres setelah beredar kiriman informasi publik serta komentar masyarakat di media sosial Instagram yang mengeluhkan kondisi bangunan sekolah yang amat memprihatinkan.
Langkah cepat Wapres yang "turun gunung" ini dinilai menjadi tamparan keras bagi jajaran birokrasi daerah hingga legislatif pusat. Pasalnya, kondisi kerusakan fasilitas pendidikan di daerah tersebut terkesan luput dari perhatian pejabat setempat.
Kondisi Sekolah Memprihatinkan dan Membahayakan
Berdasarkan peninjauan langsung di lokasi, kondisi SDN 016 Serusa Kepenghuluan Parit Aman sangat rapuh dan berpotensi mengancam keselamatan para siswa saat proses belajar-mengajar berlangsung.
Sejumlah kerusakan fatal yang ditemukan di lokasi antara lain:
• Struktur Bangunan Lapuk: Atap, plafon, dinding, hingga pintu bangunan utama terpantau mengalami kerusakan parah dimakan usia tanpa adanya sentuhan perbaikan dari dinas terkait.
• Halaman Berbahaya: Terdapat lubang berukuran cukup besar di tengah area bermain anak-anak yang berisiko memicu kecelakaan.
• Ancaman Area Rawa: Sebagian area sekolah berbatasan langsung dengan lahan rawa tergenang air tanpa dilengkapi pagar pengaman.
Sorotan Terhadap Efektivitas Pengawasan Daerah dan Pusat
Peristiwa ini memicu kritik publik terhadap kinerja jajaran Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, Dinas Pendidikan, hingga perwakilan legislatif di tingkat pusat.
Sidak yang dipicu oleh respons aduan di media sosial tersebut memunculkan sejumlah catatan kritik mengenai efektivitas fungsi pengawasan:
• Responsibilitas Pemerintah Daerah: Lambatnya penanganan fasilitas dasar pendidikan dinilai mencerminkan lemahnya pemetaan prioritas anggaran di tingkat lokal.
• Fungsi Pengawasan Legislatif: Peran pengawasan dari anggota Komisi X DPR RI—yang membidangi sektor pendidikan—diharapkan dapat lebih difokuskan pada pemantauan kondisi riil infrastruktur sekolah di daerah pemilihan.
• Evaluasi Saluran Aspirasi: Fenomena masyarakat yang lebih memilih menyampaikan keluhan melalui media sosial hingga direspons oleh pemerintah pusat menjadi sinyal perlunya pembenahan sistem pelaporan dan penyaluran aspirasi di tingkat daerah.
Wapres Dialog Langsung dengan Orang Tua Murid
Di lokasi peninjauan, Wapres Gibran berinteraksi dan berdialog langsung dengan para orang tua murid serta pengelola sekolah untuk menyerap aspirasi dan keluhan secara mutakhir. Langkah ini dilakukan guna memastikan informasi terkait kendala fasilitas pendidikan dapat dipetakan dengan akurat.
Kejadian di SDN 016 Serusa Parit Aman diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan agar koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam pembenahan sarana pendidikan dapat berjalan lebih efisien ke depannya.
Laporan: Tim Jurnalis (Legiman)










