SAMBAR.ID, Morowali, Sulteng - Akses jalur alternatif Seba-Seba menuju Morowali kembali ditutup oleh warga setempat pada Sabtu (15/8/2026). Penutupan susulan ini terjadi tak lama setelah jajaran Polres Morowali menindak lokasi tersebut dan mengamankan seorang warga yang diduga menantang petugas saat penertiban.
Kembalinya aksi pemalangan ini membuat pengguna jalan kembali menghadapi ketidakpastian. Sebelumnya, lintasan Seba-Seba sempat tular di media sosial akibat keluhan para pengendara yang dimintai biaya lintasan pada beberapa titik palang dengan total mencapai Rp 205.000.
Merespons kondisi tersebut, pihak kepolisian dalam hal ini Satreskrim Polres Morowali membenarkan adanya aktivitas penutupan jalan susulan di kawasan tersebut.
"Iya betul, informasinya hari ini ada yang masih melakukan pemalangan alias pungutan liar pascagegiatan penertiban kemarin," ujar Kasat Reskrim Polres Morowali, AKP Wawan Kurnadi, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (15/8/2026).
AKP Wawan juga menjelaskan bahwa berdasarkan penelusuran tim Bhabinkamtibmas di lapangan, lokasi pemalangan terbaru ini tidak berada di ruas jalan utama.
"Berdasarkan informasi dan hasil penyeleksian di lapangan, lokasi yang dipalang saat ini bukan jalur utama, melainkan jalur alternatif lain," tambahnya.
Masyarakat dan para pengguna jalan berharap sangat berharap pihak kepolisian beserta pemerintah daerah setempat segera memberikan solusi permanen.
Penanganan yang tegas dan tuntas dinilai penting agar aksi penutupan jalan berbayar ini tidak terus berulang dan hak mobilitas warga dapat terjamin dengan aman. (*Red).










