BULUKUMBA, SAMBAR.ID — Di tengah kesibukan dan keterbatasan waktu, Kepala Desa Bontobiraeng, Puang Baharuddin Daeng Matasa, bersama keluarga menyampaikan sebuah pesan lewat media yang sarat makna kepada keluarga besar dan para kerabat.
Pesan itu bukan sekadar undangan.
Di baliknya tersimpan permohonan maaf, penghormatan kepada keluarga, sekaligus ajakan untuk kembali mempererat tali silaturahmi melalui sebuah tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Pesta Adat Kalomba anak Puang Baharuddin Daeng Matasa dan Puang Misba Daeng Tabunga dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 24 September 2026 hingga malam hari.
Keluarga mengakui belum sempat mendatangi satu per satu rumah keluarga dan kerabat untuk menyampaikan undangan secara langsung.
Namun, mereka memastikan bahwa keterbatasan waktu tersebut sama sekali tidak mengurangi rasa hormat dan kasih sayang kepada keluarga besar.
«“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua keluarga besar, Bapak/Ibu dan kerabat. Karena keterbatasan waktu, kami tidak sempat mendatangi di rumah ta semua,” demikian pesan keluarga.»
Melalui pesan tersebut, keluarga dengan penuh kerendahan hati mengharapkan kehadiran seluruh keluarga dan kerabat di rumah mereka.
Kalomba, Tradisi yang Menyatukan Keluarga
Bagi keluarga Puang Baharuddin, Kalomba bukan hanya tentang sebuah pesta adat.
Lebih dari itu, Kalomba menjadi momentum untuk mempertemukan keluarga, mempererat persaudaraan dan menjaga warisan adat leluhur agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.
Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin sibuk, momentum adat seperti ini menjadi ruang untuk kembali duduk bersama, saling menyapa, berbagi kebahagiaan dan memperkuat ikatan kekeluargaan.
Karena itu, keluarga tidak menempatkan kehadiran tamu sebagai sekadar formalitas.
Doa dan restu keluarga justru menjadi sesuatu yang paling mereka nantikan.
«“Kami sekeluarga sangat mengharapkan kedatanganta di rumah untuk menghadiri pesta adat Kalomba anak kami,” tulis keluarga dalam pesannya.»
“Bukan Karena Melupakan Keluarga”
Permohonan maaf yang disampaikan keluarga juga menjadi bagian penting dari pesan tersebut.
Puang Baharuddin dan keluarga menyadari bahwa dalam tradisi kekeluargaan, mendatangi rumah secara langsung untuk menyampaikan undangan merupakan bentuk penghormatan.
Namun, keterbatasan waktu membuat hal tersebut belum dapat dilakukan kepada seluruh keluarga dan kerabat.
Karena itu, pesan undangan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa tidak ada sedikit pun niat untuk mengurangi penghormatan kepada keluarga.
Keluarga berharap seluruh kerabat dapat memahami keadaan tersebut dan tetap berkenan hadir dalam acara yang telah dipersiapkan.
Pintu Rumah Dibuka, Persaudaraan Dipererat
Pesta Adat Kalomba ini akhirnya bukan hanya menjadi agenda keluarga Puang Baharuddin Daeng Matasa.
Lebih jauh, momentum tersebut menjadi panggilan persaudaraan.
Sebuah ajakan sederhana untuk kembali berkumpul, saling mendoakan dan menjaga hubungan kekeluargaan.
Keluarga pun berharap Allah SWT memberikan kesehatan dan kesempatan kepada seluruh keluarga serta kerabat untuk dapat hadir bersama dalam suasana penuh kebahagiaan.
Sebab bagi sebuah keluarga, sebuah pesta mungkin hanya berlangsung sehari. Namun, silaturahmi dan persaudaraan yang terbangun di dalamnya diharapkan dapat bertahan sepanjang hayat.
Pesta Adat Kalomba anak Puang Baharuddin Daeng Matasa dan Puang Misba Daeng Tabunga dijadwalkan berlangsung Kamis, 24 September 2026 hingga malam hari.
Undangan telah disampaikan kepada keluarga dan kerabat. Kehadiran, doa dan restu menjadi harapan utama tuan rumah.(As77M)
Editor:Daeng Pagiling
sambar id seputar.Mengabar indonesia









