SAMBAR.ID, JAKARTA — Penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci transformasi institusi penegak hukum. Langkah itu terus didorong Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum., melalui penguatan kolaborasi strategis dengan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI).
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja sekaligus silaturahmi Harli Siregar ke LAN RI, Rabu (5/8/2026). Pertemuan ini diarahkan untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan kompetensi aparatur Kejaksaan, khususnya pada aspek pendidikan dan pelatihan, kepemimpinan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Bagi Badiklat Kejaksaan RI, kerja sama dengan LAN bukan sekadar agenda kelembagaan. Lebih jauh, sinergi tersebut menjadi bagian dari strategi menyiapkan insan Adhyaksa yang mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan strategis, perkembangan teknologi, tuntutan tata kelola pemerintahan, serta kompleksitas penegakan hukum.
Dalam kunjungan tersebut, Harli Siregar didampingi Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan (Kapusdiklat Mapim) Dr. Tengku Rakhman, Kepala Bagian Tata Usaha Badiklat Jabal Nur, Kepala Bidang Penyelenggara Pusdiklat Mapim Zulfikar Nasution, serta Kepala Subbagian Standardisasi dan Penjaminan Mutu Badan Diklat Kejaksaan RI Muhammad Afif Perwiratama Purnomo.
Rombongan Badiklat Kejaksaan RI diterima langsung Kepala LAN RI Dr. Muhammad Taufiq, DEA, didampingi Sekretaris Utama Dr. Andi Taufik, M.Si., Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo, MA, serta Steering Committee Muliyadi Siregar.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif. Kedua institusi membahas peluang penguatan kerja sama di bidang pengembangan kompetensi aparatur, peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan, pengembangan kepemimpinan, serta penguatan kapasitas SDM Kejaksaan RI.
SDM Jadi Fondasi Transformasi Kejaksaan
Harli Siregar menempatkan pembangunan SDM sebagai fondasi penting dalam proses transformasi Kejaksaan. Menurutnya, modernisasi institusi tidak cukup hanya ditopang pembaruan sistem dan tata kelola, tetapi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas aparatur.
Aparatur Kejaksaan dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis penegakan hukum, tetapi juga kapasitas kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, integritas, serta pemahaman terhadap perubahan lingkungan strategis.
Karena itu, penguatan kerja sama dengan LAN RI menjadi langkah penting untuk membangun ekosistem pendidikan dan pelatihan yang semakin terukur, relevan, serta berorientasi pada kebutuhan organisasi.
Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertemuan kelembagaan, tetapi berkembang menjadi kerja sama yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Menyiapkan Insan Adhyaksa Menghadapi Tantangan Zaman
Transformasi organisasi pada akhirnya sangat bergantung pada kualitas manusia yang menjalankannya. Karena itu, Badiklat Kejaksaan RI terus diarahkan untuk menjadi instrumen strategis dalam mencetak aparatur yang profesional, kompeten, berintegritas, dan responsif.
Kolaborasi dengan LAN RI menjadi bagian dari upaya tersebut. Melalui pengembangan kompetensi yang lebih sistematis, Kejaksaan diharapkan mampu memiliki SDM yang tidak hanya siap menjalankan tugas hari ini, tetapi juga mampu membaca dan menjawab tantangan penegakan hukum di masa depan.
Kunjungan Harli Siregar ke LAN RI sekaligus menegaskan arah Badiklat Kejaksaan RI di bawah kepemimpinannya: membangun manusia Kejaksaan sebagai kekuatan utama transformasi institusi.
Dengan SDM yang semakin unggul, adaptif, dan profesional, penguatan kelembagaan Kejaksaan diharapkan berjalan seiring dengan tuntutan masyarakat terhadap penegakan hukum yang semakin modern, berintegritas, transparan, dan berkeadilan. (*)










