Sambar.id, Rokan Hilir – Di tengah hiruk-pikuk penegakan hukum yang sering kali goyah, sosok almarhum Baharuddin Lopa tetap berdiri tegak sebagai legenda abadi. Mantan Jaksa Agung dan Menteri Kehakiman ini dikenal memiliki integritas setangguh besi baja. Ia merupakan mimpi buruk bagi para koruptor kelas kakap, namun menjadi oase harapan bagi rakyat kecil yang merindukan keadilan sejati.
Integritas Tanpa Kompromi: Drama Sedot Bensin
Bagi seorang Baharuddin Lopa, jabatan bukanlah tangga menuju kemewahan, melainkan amanah berat yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Salah satu rekam jejak yang paling menggetarkan nyali adalah saat ia melakukan kunjungan kerja ke sebuah daerah.
Kala itu, seorang pejabat kejaksaan lokal mencoba mengambil hati dengan mengisi penuh tangki bensin mobil dinas Lopa secara diam-diam. Bukannya senang, Lopa justru naik pitam saat mengetahui hal tersebut.
Di depan pejabat yang pucat pasi, Lopa memerintahkan sopirnya untuk mencari selang dan jerigen. Ia memaksa seluruh bensin pemberian tersebut disedot keluar saat itu juga. Ia menegaskan bahwa dirinya memiliki uang jalan resmi dari negara dan menolak mesin mobilnya digerakkan oleh bahan bakar yang bukan haknya. Sebuah tamparan keras bagi budaya birokrasi korup yang gemar menerima "uang lelah."
Menanti "Lopa Baru" di Bumi Seribu Kubah
Kisah heroik ini menjadi cermin retak bagi kondisi penegakan hukum di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Publik kini melontarkan pertanyaan tajam: Apakah masih ada aparat penegak hukum di Negeri Seribu Kubah yang berani bertindak seberani Baharuddin Lopa?
Saat ini, masyarakat Rohil sangat berharap kepada jajaran Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohil, agar bertindak tegas tanpa pandang bulu. Korupsi yang menggerogoti uang negara demi kepentingan pribadi oknum pejabat harus segera dihentikan.
"Pak Kejari, tolong! Rohil sedang tidak baik-baik saja karena uang rakyat terus digerogoti. Di mana kalian?" demikian aspirasi yang terus bergulir di tengah masyarakat. Rakyat siap berdiri di belakang penegak hukum yang memiliki hati baja untuk menyapu bersih para koruptor di Bumi Lancang Kuning.
Laporan: Tim Jurnalis (Legiman)
(sbr_id/AR/Red)







.jpg)



