Seni Menunggu "Perubahan" Yang Tak Kunjung Datang Janji Panggung Omon omon Doang

Sambar.id, Rokan Hilir - Pada Hari Sabtu Tanggal 9 Agustus 2026 Biro Redaksi Rohil Kembali Berikan Informasi Publik: ROKAN HILIR - Kita semua menyukai kata "perubahan". Kata itu terdengar seksi, modern, dan penuh harapan. Setiap beberapa tahun sekali, menjelang musim-musim perebutan takhta atau panggung popularitas, kata ini diobral murah di pasar malam retorika. Semua orang mendadak menjadi nabi perubahan. Mereka datang membawa brosur masa depan yang mengilat, berjanji akan membalikkan keadaan secepat membalik telapak tangan. Namun, setelah panggung dibongkar dan lampu sorot dimatikan, kita sering kali mendapati bahwa satu-satunya hal yang benar-benar berubah hanyalah kalender di dinding rumah kita.


Menunggu janji perubahan itu mirip seperti memesan barang di toko online fiktif: fotonya luar biasa indah, testimoni buatannya begitu meyakinkan, tetapi paketnya tidak pernah sampai ke alamat rumah. Kita diajak bermimpi tentang jalanan tanpa lubang, birokrasi tanpa pelicin, dan kesejahteraan yang merata. 


Sayangnya, begitu musim obral janji berlalu, kita justru disuguhkan pada kenyataan yang konsisten: harga-harga kebutuhan pokok naik dengan sukses, sementara janji-janji manis yang dulu diteriakkan lewat pengeras suara mendadak mengalami radang tenggorokan akut alias membisu.


Hebatnya, para peniup terompet perubahan ini memiliki amnesia yang sangat terjadwal. Mereka bisa mengingat setiap detail kesalahan masa lalu secara presisi, tetapi mendadak lupa ingatan terhadap apa yang mereka ucapkan sendiri beberapa bulan lalu. Perubahan yang dijanjikan ternyata memiliki syarat dan ketentuan yang sangat tersembunyi—salah satunya adalah perubahan nasib si pemberi janji, bukan nasib mereka yang memercayainya.


Mungkin kita yang terlalu naif atau mereka yang terlalu lihai bersandiwara. Kita selalu saja jatuh cinta pada naskah cerita yang sama, hanya aktor dan warna kostumnya saja yang berganti. Pada akhirnya, kita dipaksa sadar bahwa perubahan sejati tidak pernah datang dari balik podium ber-AC.


Jika kita terus menggantungkan nasib pada "janji perubahan" orang lain, maka satu-satunya perubahan nyata yang akan kita dapatkan adalah bertambahnya tingkat kesabaran kita dalam menghadapi kekecewaan. " Yang dijanjikan oleh para pemburu popularitas Panggung Politik Omon omon, " Pepesan kosong.


Laporan:Tim Jurnalis ((Legiman))

Sumber:Masyarakat

Lebih baru Lebih lama