Teknologi Pertanian UNM Kukuhkan Mahasiswa Baru 2026, Tiga Prodi Disiapkan Hadapi Dunia Kerja dan Industri


SAMBAR.ID, MAKASSAR — Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM), mengukuhkan mahasiswa baru tahun akademik 2026 melalui kegiatan Mostek yang digelar Jumat, 21 Agustus 2026.


Kegiatan penyambutan mahasiswa baru tersebut dihadiri seluruh civitas akademika Jurusan Teknologi Pertanian. Mostek tidak sekadar menjadi seremoni penerimaan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi ruang awal untuk memperkenalkan kehidupan akademik, budaya kampus, serta kompetensi yang akan menjadi bekal mahasiswa menghadapi dunia kerja.


Ketua Jurusan Teknologi Pertanian UNM, Dr. Ir. Andi Sukainah, S.TP., M.Si., IPM., mengatakan jurusannya menaungi tiga program studi, yakni Pendidikan Teknologi Pertanian (PTP), Teknologi Industri Pertanian (TIP), dan Sains Perikanan.


Menurutnya, ketiga program studi tersebut terus memperkuat mutu akademik dan kompetensi lulusan. Masing-masing prodi telah memiliki status akreditasi, bahkan Pendidikan Teknologi Pertanian telah meraih akreditasi Unggul sekaligus akreditasi internasional ASIIN.


“Kegiatan Mostek menjadi wahana untuk mengenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru, sehingga nuansa akademik dapat terbangun dengan baik dan menghasilkan lulusan yang kompeten serta dapat diandalkan di dunia kerja,” jelasnya.


PTP: Perpaduan Teknologi Pertanian dan Kompetensi Pendidikan


Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian menjadi salah satu program studi awal yang berkembang di lingkungan Jurusan Teknologi Pertanian UNM. Prodi ini berdiri sejak 2011 dan telah menghasilkan lulusan yang bekerja di berbagai sektor.


Ketua Prodi Pendidikan Teknologi Pertanian, Amirah Mustarin, mengatakan keunggulan PTP terletak pada perpaduan penguasaan teknologi pertanian dengan kompetensi kependidikan.


Lulusan tidak hanya dibekali ilmu dan keterampilan teknis di bidang teknologi pertanian, tetapi juga kemampuan mengajar sehingga memiliki peluang untuk berkarier sebagai pendidik pada bidang vokasi pertanian.


“Alumni PTP dapat bekerja sebagai pendidik, maupun memasuki instansi pemerintah dan swasta. Kompetensi teknis juga diperkuat melalui pengalaman industri,” ujarnya.


Menurut Amirah, pengalaman mahasiswa tidak hanya dibangun melalui pembelajaran di ruang kelas. Sejumlah mahasiswa bahkan memperoleh kesempatan mengikuti magang industri di luar negeri, termasuk di Taiwan.


Dengan demikian, pengalaman akademik dan praktik industri diharapkan membentuk lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja.


TIP Dorong Agroindustri Berbasis Potensi Lokal

Sementara itu, Program Studi Teknologi Industri Pertanian (TIP) UNM mulai menerima mahasiswa baru pada 2024. Dalam perkembangannya, minat calon mahasiswa menunjukkan tren positif.


Data yang disampaikan pihak prodi mencatat jumlah pendaftar meningkat dari 388 orang pada 2024 menjadi 407 orang pada 2025, sedangkan kuota penerimaan ditetapkan sebanyak 72 mahasiswa setiap tahun.


Ketua Prodi TIP UNM, Indrayani, mengatakan program studi tersebut diarahkan untuk menyiapkan lulusan sebagai profesional agroindustri, agritechnopreneur, dan peneliti.


“Keunggulan TIP UNM terletak pada fokus pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agroindustri berbasis potensi lokal,” kata Indrayani yang merupakan lulusan S3 Murdoch University, Australia.


Pendekatan tersebut menempatkan sumber daya unggulan daerah bukan sekadar sebagai komoditas, tetapi sebagai bahan baku inovasi yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.


Mahasiswa didorong memahami proses industri sekaligus mampu mengembangkan teknologi yang mendukung pengolahan sumber daya secara inovatif dan berkelanjutan.


Sains Perikanan Bidik SDM Kelautan yang Kompetitif


Program Studi Sains Perikanan hadir dengan pijakan bahwa potensi laut Indonesia harus dikelola melalui sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan keterampilan profesional.


Ketua Prodi Sains Perikanan UNM, Prof. Patang, mengatakan mahasiswa dibekali berbagai kompetensi, mulai dari teknik pembenihan ikan, budidaya perikanan tangkap hingga teknologi pengolahan hasil perikanan.


Tidak berhenti pada pembelajaran akademik, mahasiswa juga diarahkan memperoleh pengalaman melalui kegiatan magang di berbagai industri yang bergerak di sektor perikanan dan kelautan.


“Dengan magang di industri, sebelum menjadi sarjana mahasiswa sudah memiliki pengetahuan mengenai pekerjaan dan persoalan nyata yang berkaitan dengan bidang perikanan,” ujarnya.


Prof. Patang berharap Program Studi Sains Perikanan UNM semakin eksis dan mampu meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.


Mostek Bukan Sekadar Seremoni

Kehadiran tiga prodi dengan karakter kompetensi berbeda menunjukkan bahwa Jurusan Teknologi Pertanian UNM tidak hanya berbicara mengenai teori pertanian.


PTP menguatkan irisan antara teknologi dan pendidikan vokasi, TIP mengarah pada industrialisasi serta hilirisasi agroindustri, sementara Sains Perikanan menyiapkan sumber daya manusia untuk mengelola sektor perikanan dan kelautan.


Karena itu, Mostek 2026 menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk memahami bahwa kehidupan perguruan tinggi bukan sekadar mengejar gelar akademik.


Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana pengetahuan, keterampilan, pengalaman industri, dan inovasi yang diperoleh selama kuliah dapat diterjemahkan menjadi kompetensi nyata yang dibutuhkan masyarakat, pemerintah, dan dunia industri.


Dari kampus menuju dunia kerja, tiga prodi di Jurusan Teknologi Pertanian UNM kini menempatkan kompetensi, inovasi, dan pengalaman lapangan sebagai bagian penting dalam membentuk lulusan yang siap bersaing. (Ms)

Lebih baru Lebih lama