Bima Darurat Moral: KSK Soroti Maraknya Narkoba, Obat Penggugur Kandungan hingga Kriminalitas



Bima, (NTB) - Kabupaten Bima sedang menghadapi persoalan moral dan sosial yang semakin mengkhawatirkan. Dalam satu tahun terakhir, berbagai persoalan mulai dari peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang diduga semakin merajalela, dugaan praktik suntik KB ilegal, hingga dugaan jual beli obat penggugur kandungan seperti misoprostol, menjadi perhatian serius.

Belum lagi berbagai tindakan kriminal yang terus terjadi, mulai dari pencurian, pembunuhan, aksi blokir jalan, perang antarkampung, hingga judi online.

Menurut Fikar, kondisi ini menjadi tanda bahwa Bima sedang berada dalam situasi darurat moral. Ia menyoroti adanya kekhawatiran terhadap generasi muda yang semakin mudah terpapar barang-barang terlarang.

“Bima perlahan kehilangan moral. Sangat memprihatinkan ketika anak-anak usia sekolah, bahkan yang masih duduk di bangku SMP, sudah mulai terpapar dan diduga menggunakan barang-barang terlarang seperti narkoba. Bahkan persoalan penggunaan obat penggugur kandungan di kalangan pelajar juga harus menjadi perhatian serius,” ujar Fikar.

Ia juga menilai dampak narkoba di lingkungan masyarakat sangat besar. Menurutnya, penyalahgunaan narkoba dapat merusak perilaku generasi muda dan memicu berbagai persoalan sosial serta kriminalitas di lingkungan kampung.

“Efek narkoba ini luar biasa merusak moral masyarakat. Kita melihat sendiri bagaimana persoalan emosi, pencurian, dan berbagai tindakan kriminal lainnya terus terjadi di lingkungan. Ini tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa,” tegas Fikar.

Fikar mempertanyakan keseriusan aparat dalam menghadapi persoalan tersebut.

“Saya tegaskan, pihak kepolisian jangan hanya sekadar duduk dan menunggu di kantor. Persoalan narkoba dan berbagai kejahatan sosial di Bima sudah sangat serius. Perang antarkampung juga sering terjadi. Pertanyaannya, kenapa remaja di Bima semakin mudah terlibat dalam kekerasan dan tindakan kriminal?” ujarnya.

Melalui Kelompok Studi Kerakyatan (KSK), Fikar mendesak pihak kepolisian agar benar-benar serius dan melakukan langkah nyata dalam memberantas peredaran narkoba, khususnya jenis sabu-sabu, serta menindak dugaan peredaran obat-obatan ilegal yang berpotensi membahayakan perempuan dan anak-anak usia sekolah.

“Kami dari Kelompok Studi Kerakyatan mendesak pihak kepolisian agar benar-benar serius menuntaskan peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Bima. Begitu juga dengan dugaan peredaran obat penggugur kandungan secara ilegal yang dampaknya sangat serius, terutama apabila sampai digunakan oleh anak-anak dan pelajar. Jangan sampai generasi Bima terus menjadi korban karena lemahnya pengawasan dan penegakan hukum,” tutup Fikar. (*) 
Lebih baru Lebih lama