JAMBI SAMBAR ID,— Keluarga seorang pasien mendesak dilakukannya audit dan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan di RSUD Raden Mattaher Jambi. Sejumlah persoalan dipertanyakan, mulai dari komunikasi medis, pemeriksaan sampel cairan, keputusan pemulangan pasien, ketersediaan obat, hingga dugaan adanya transaksi darah yang dinilai perlu mendapatkan penjelasan dan verifikasi resmi.
Desakan tersebut muncul setelah keluarga mempertanyakan sejumlah proses pelayanan yang mereka alami selama pasien menjalani perawatan di rumah sakit rujukan tersebut.
Komunikasi Medis dan Pemeriksaan Sampel Dipertanyakan
Salah satu hal yang menjadi perhatian keluarga adalah komunikasi antara tenaga medis dengan pasien maupun keluarga. Mereka menilai informasi mengenai kondisi pasien, hasil pemeriksaan, serta rencana penanganan medis semestinya disampaikan secara jelas, terbuka, dan mudah dipahami.
Keluarga juga mempertanyakan mekanisme penyampaian informasi apabila penjelasan mengenai kondisi pasien disampaikan melalui tenaga kesehatan lain yang mewakili dokter. Menurut keluarga, persoalan tersebut perlu diperjelas agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai kondisi maupun rencana penanganan pasien.
Selain komunikasi medis, keluarga menyoroti persoalan pemeriksaan sampel cairan pasien. Disebutkan terdapat sekitar 10 CC sampel cairan yang telah berada di dalam alat suntik dan kemudian diarahkan untuk menjalani pemeriksaan Patologi Anatomi (PA) di rumah sakit lain.
Pengiriman sampel tersebut, menurut informasi yang diterima keluarga, berkaitan dengan adanya kendala pada fasilitas atau pelayanan pemeriksaan PA di RSUD Raden Mattaher Jambi. Kondisi tersebut dinilai perlu dijelaskan secara terbuka, terutama terkait prosedur pengambilan, penyimpanan, pengiriman, penerimaan, hingga pemanfaatan hasil pemeriksaan untuk menentukan tata laksana pasien.
Keputusan Pemulangan dan Ketersediaan Obat
Keluarga juga mempertanyakan keputusan pemulangan pasien setelah menjalani perawatan selama kurang lebih tiga hingga empat malam. Setelah diperbolehkan pulang, pasien disebut diarahkan untuk kembali menjalani pemeriksaan atau pengobatan pada sekitar 16 September 2026.
Keputusan tersebut menjadi perhatian keluarga mengingat pasien sebelumnya menjalani proses rujukan dari RSUD KH Daut Arif Kuala Tungkal ke RSUD Raden Mattaher Jambi untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Keluarga meminta penjelasan mengenai dasar medis dan administratif yang menjadi pertimbangan dalam keputusan pemulangan pasien, termasuk kondisi pasien saat diperbolehkan meninggalkan rumah sakit serta rencana tindak lanjut yang diberikan.
Persoalan lain yang turut dipertanyakan adalah ketersediaan obat. Keluarga menyebut terdapat dua jenis obat yang berkaitan dengan kebutuhan pasien, namun salah satunya disebut tidak tersedia sehingga keluarga memperoleh resep untuk membeli obat tersebut di luar rumah sakit.
Setelah resep ditebus, keluarga menyampaikan bahwa salah satu obat yang dibeli memiliki harga kurang dari Rp10.000. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai ketersediaan obat di rumah sakit, mekanisme pemberian resep, serta alasan obat tersebut tidak tersedia pada saat dibutuhkan.
Keluarga menegaskan bahwa pertanyaan dan keberatan tersebut disampaikan untuk memperoleh kejelasan mengenai pelayanan yang diterima pasien, bukan untuk meminta perlakuan khusus.
Dugaan Transaksi Darah Perlu Diverifikasi
Sorotan berikutnya berkaitan dengan dugaan adanya permintaan pembayaran atau transaksi darah. Keluarga menyebut adanya nominal yang disebut berkisar antara Rp300.000 hingga Rp480.000 untuk setiap kantong darah.
Keluarga juga menyampaikan dugaan adanya keterlibatan oknum tertentu dalam persoalan tersebut. Namun, seluruh dugaan mengenai transaksi darah maupun dugaan keterlibatan pihak tertentu tersebut belum dapat dinyatakan sebagai fakta yang terbukti dan masih memerlukan verifikasi.
Untuk memastikan kebenarannya, diperlukan pemeriksaan terhadap dokumen pelayanan, bukti pembayaran, catatan administrasi, dokumen pelayanan darah, keterangan tenaga kesehatan, serta prosedur yang berlaku di rumah sakit.
Minta Audit Berbasis Dokumen
Keluarga berharap Pemerintah Provinsi Jambi, manajemen RSUD Raden Mattaher Jambi, Dinas Kesehatan, serta lembaga pengawasan terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap seluruh persoalan yang dipertanyakan.
Audit yang diminta diharapkan tidak berhenti pada klarifikasi secara lisan, tetapi dapat memeriksa seluruh rangkaian pelayanan pasien berdasarkan dokumen dan bukti yang tersedia.
Menurut keluarga, evaluasi menyeluruh penting dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan publik berjalan secara profesional, transparan, akuntabel, serta tetap mengutamakan keselamatan dan hak pasien.
Perhatian juga diharapkan mencakup sejumlah aspek, mulai dari komunikasi medis, pelayanan farmasi, ketersediaan obat, pemeriksaan laboratorium dan PA, mekanisme pelayanan darah, hingga prosedur pemulangan pasien.
Keluarga kini menunggu penjelasan resmi dari pihak-pihak terkait. Mereka berharap seluruh persoalan dapat diperiksa berdasarkan fakta dan dokumen, bukan semata-mata berdasarkan asumsi maupun informasi sepihak.
Apabila hasil pemeriksaan resmi nantinya menemukan adanya pelanggaran administratif, etik, disiplin, atau bahkan dugaan tindak pidana, keluarga berharap persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum dan kewenangan masing-masing lembaga.
Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh prosedur telah berjalan sesuai ketentuan, keluarga juga berharap penjelasan tersebut disampaikan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.
Pihak rumah sakit dan seluruh pihak yang disebut atau berkaitan dengan persoalan ini tetap memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi, hak jawab, serta hak koreksi terhadap setiap informasi yang dipersoalkan.
Dengan demikian, seluruh dugaan dalam pemberitaan ini ditempatkan sebagai informasi yang masih membutuhkan verifikasi dan pemeriksaan resmi, bukan sebagai kesimpulan bahwa telah terjadi pelanggaran. Prinsip keberimbangan, asas praduga tak bersalah, serta hak setiap pihak untuk memberikan penjelasan tetap menjadi bagian penting dalam proses pemberitaan.
Sambar.id — Seputar Mengabarkan Indonesia
Penulis: Apriandi TJ
Editor: Daeng Pagiling










