Bulukumba Sambar id— Sejumlah kutipan hadis yang beredar di media sosial kembali mengingatkan tentang pentingnya menjaga hati, menghargai sesama manusia, serta menjalankan amanah kepemimpinan dengan adil.
Pesan-pesan tersebut tidak hanya berbicara mengenai hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga menyentuh sikap seseorang dalam memperlakukan orang lain, terutama ketika berada dalam posisi memiliki kewenangan.
Salah satu hadis yang dikutip menyebutkan bahwa kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia. Pesan ini menempatkan kesombongan bukan semata-mata pada penampilan, kekayaan atau kedudukan, tetapi pada sikap batin ketika seseorang menolak kebenaran dan memandang rendah orang lain.
Hadis lainnya memberikan peringatan tentang bahaya kesombongan sekecil apa pun. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan seberat dzarrah tidak akan masuk surga. Pesan tersebut menjadi pengingat agar setiap orang senantiasa melakukan introspeksi dan menjauhkan diri dari sifat takabur.
Dalam konteks kepemimpinan, terdapat pula hadis yang menggambarkan hubungan ideal antara pemimpin dan masyarakat. Pemimpin yang baik digambarkan sebagai mereka yang dicintai masyarakat dan mencintai masyarakatnya, sementara kedua pihak saling mendoakan kebaikan.
Pesan lainnya menekankan pentingnya berterima kasih kepada manusia sebagai bagian dari sikap syukur kepada Allah SWT. Kebaikan yang diterima dari sesama tidak sepatutnya dianggap sebagai sesuatu yang biasa saja, melainkan dihargai dengan ucapan dan sikap yang baik.
Sementara itu, hadis lain memberikan perhatian khusus terhadap keadilan pemimpin. Pemimpin yang adil disebut memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah SWT, sedangkan kezaliman dan kesewenang-wenangan menjadi peringatan keras bagi mereka yang memegang amanah kekuasaan.
Rangkaian pesan tersebut pada akhirnya mengarah pada satu refleksi: jabatan bukan alasan untuk meninggikan diri, melainkan amanah yang menuntut kerendahan hati, penghargaan terhadap sesama dan keadilan.
Di tengah kehidupan sosial yang semakin terbuka, pesan-pesan hadis tersebut dapat menjadi bahan renungan bagi siapa saja, baik masyarakat biasa maupun mereka yang sedang memegang tanggung jawab dan kewenangan.
M.Arfat.SE










