Paket Lengkap Keluhan Warga DiDesa, Listrik Padam, Air Bersih Terbatas, Jalan Rusak hingga BBM Langka

BULUKUMBA SAMBAR ID — Keluhan warga di sejumlah wilayah pedesaan Kabupaten Bulukumba semakin ramai diperbincangkan. Dari obrolan di warung kopi hingga percakapan emak-emak, berbagai persoalan kebutuhan dasar menjadi perhatian, mulai dari pemadaman listrik, keterbatasan air bersih, kondisi jalan yang rusak dan berdebu, hingga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).

“Di mana-mana BBM langka, antrean panjang. Kita bertanya kepada petugas SPBU, jawabnya habis,” keluh seorang warga.

Keluhan tersebut menggambarkan keresahan masyarakat yang harus menghadapi sejumlah persoalan secara bersamaan. Bagi warga, listrik, air bersih, jalan yang layak, dan BBM merupakan bagian penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

Pemadaman Listrik Jadi Perbincangan Warga

Persoalan listrik juga menjadi salah satu topik yang banyak diperbincangkan. PT PLN (Persero) ULP Kalumpang sebelumnya mengumumkan adanya pemadaman terencana pada Rabu, 2 September 2026, dalam rangka pemeliharaan instalasi ketenagalistrikan dan pengaturan beban guna menjaga keandalan sistem serta pelayanan kepada masyarakat.

Dalam pengumuman tersebut, pemadaman dijadwalkan pada beberapa rentang waktu, yakni pukul 09.00–12.00 WITA, 14.30–18.00 WITA, serta 19.30–22.00 WITA.

Sejumlah wilayah yang disebut terdampak antara lain Desa Gunturu, Desa Singa, Desa Pataro, Desa Karassing, Desa Bira, Desa Darubiah, kawasan Kalumpang dan wilayah sekitarnya.

Bagi sebagian warga, pemadaman terencana memang dapat dipahami apabila berkaitan dengan pemeliharaan jaringan. Namun, warga juga berharap informasi mengenai jadwal dan alasan pemadaman dapat disampaikan secara terbuka sehingga masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas.

“Kalau alasannya pemeliharaan, selama ini tidak ada pemeliharaan, kah?” menjadi salah satu pertanyaan yang muncul dalam percakapan warga.

Warga lainnya menyampaikan bahwa masyarakat pada akhirnya hanya bisa menerima apabila pemadaman tersebut memang merupakan bagian dari pekerjaan teknis yang diperlukan.

“Mau diapakan kalau alasannya begitu? Mau tidak mau diterima,” ujarnya.

Air Bersih Masih Menjadi Perhatian

Selain listrik, keterbatasan air bersih juga menjadi persoalan yang dirasakan sebagian masyarakat. Air merupakan kebutuhan utama rumah tangga, sehingga kondisi pasokan yang terbatas dapat memengaruhi berbagai aktivitas warga.

Masyarakat berharap persoalan air bersih mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan.

Jalan Rusak dan Debu Ganggu Aktivitas

Kondisi sejumlah ruas jalan yang rusak juga menjadi keluhan tersendiri. Jalan yang dilalui kendaraan setiap hari tidak hanya menyangkut kenyamanan, tetapi juga berkaitan dengan akses warga menuju tempat kerja, sekolah, pasar, fasilitas kesehatan dan pusat pelayanan lainnya.

Di beberapa lokasi, kondisi jalan yang rusak dan berdebu dikeluhkan warga karena debu beterbangan ketika kendaraan melintas.

Masyarakat berharap perbaikan jalan dapat dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi dan kewenangan masing-masing, sehingga akses transportasi warga menjadi lebih aman dan nyaman.

Antrean BBM Menambah Keresahan

Di tengah berbagai persoalan tersebut, ketersediaan BBM turut menjadi perhatian masyarakat. Antrean panjang di sejumlah SPBU disebut warga menjadi pemandangan yang menambah keresahan, terutama bagi mereka yang membutuhkan bahan bakar untuk bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Warga berharap informasi mengenai kondisi stok dan distribusi BBM dapat diberikan secara jelas oleh pihak berwenang agar masyarakat tidak berada dalam ketidakpastian.

Keluhan masyarakat tersebut bukan dimaksudkan untuk menyudutkan pihak tertentu. Warga hanya berharap persoalan yang mereka rasakan dapat didengar dan mendapat penanganan sesuai kewenangan masing-masing instansi.

Warga Berharap Ada Solusi

Berbagai keluhan mengenai listrik, air bersih, jalan dan BBM menjadi gambaran bahwa kebutuhan dasar masih menjadi perhatian masyarakat di sejumlah wilayah Bulukumba.

Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat terus melakukan koordinasi dan menghadirkan solusi sesuai kewenangan masing-masing.

Masyarakat juga berharap informasi kepada publik dapat disampaikan secara terbuka, khususnya ketika terjadi pemadaman listrik, gangguan distribusi air, pekerjaan jalan maupun persoalan ketersediaan BBM.

Pada akhirnya, warga tidak sedang meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya ingin menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang, mendapatkan akses kebutuhan dasar yang layak, serta melihat adanya perhatian nyata terhadap persoalan yang mereka hadapi.

Di tengah berbagai keterbatasan dan keluhan tersebut, warga memilih tetap berharap dan berdoa kepada Allah SWT agar segala persoalan segera menemukan jalan keluar.

Kita cuma berharap pada Allah SWT. Semoga semuanya diberikan kemudahan dan keadaan segera membaik. Aamiin YRA.”

Sambar.id — Seputar Mengabarkan Indonesia
Penulis: Andi Syarifuddin
Editor: Daeng Pagiling
Lebih baru Lebih lama