SAMBAR.ID | JAKARTA – Raden Anom Pager Kancana, atau yang lebih dikenal sebagai Piar Pratama, S.H., resmi menyatakan kesiapannya untuk mencalonkan diri sebagai Presiden Association for the Preservation of the Traditional Art and Culture of Pencak Silat (APTRASILAT) untuk periode mendatang. Saat ini, Piar menjabat sebagai Ketua Umum Paguron Pager Kancana Indonesia.
Pengumuman ini menambah dinamika dalam bursa kepemimpinan tertinggi organisasi pelestari seni dan budaya pencak silat tersebut. Nama Piar Pratama muncul seiring dengan adanya dukungan dari sejumlah elemen, termasuk praktisi pencak silat tradisional, budayawan, dan pegiat seni bela diri nusantara.
Para pendukung menilai latar belakang Piar sebagai seorang sarjana hukum dan praktisi budaya menjadi nilai tambah. Mereka berharap kombinasi antara ketegasan regulasi dan pemahaman mendalam terhadap nilai tradisi dapat memperkuat posisi APTRASILAT, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Dukungan ini lahir dari keinginan bersama untuk menjaga marwah budaya luhur bangsa melalui jalur organisasi yang profesional," ujar salah satu tokoh senior yang mendukung pencalonan tersebut, tanpa menyebutkan nama spesifik dalam rilis ini.
Visi Pelestarian dan Regulasi
Piar Pratama menekankan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga atau seni bela diri fisik, melainkan manifestasi filosofi dan identitas bangsa. Dalam pandangannya, pelestarian harus dilakukan secara sistematis agar tidak terkikis oleh zaman.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap aliran memiliki ruang untuk berkembang namun tetap terjaga keasliannya melalui pendekatan regulasi yang tepat," ungkap Piar dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).
Jika terpilih, Piar mengajukan tiga program strategis utama:
1. Penguatan Basis Tradisi: Membangun sinergi yang lebih erat antar padepokan dan perguruan pencak silat di seluruh Indonesia untuk memperkuat akar budaya.
2. Digitalisasi Arsip Budaya: Mendokumentasikan jurus, sejarah, dan filosofi pencak silat tradisional ke dalam basis data digital. Hal ini bertujuan memudahkan akses informasi bagi generasi muda dan komunitas internasional.
3. Diplomasi Budaya Internasional: Memperluas pengenalan pencak silat tradisional ke mancanegara melalui festival, workshop, dan kerja sama kebudayaan lintas negara.
Hingga saat ini, APTRASILAT belum merilis jadwal resmi pemilihan presiden baru. Namun, masuknya nama Piar Pratama diperkirakan akan memicu persaingan sehat dengan kandidat lainnya yang juga memiliki rekam jejak panjang dalam dunia persilatan.
(Hans)











