Tercemar Air Asin Ratusan Hektar Tanaman Padi Di Desa Karangmulya Legonkulon Subang Terancam Mati


Lebih dari 100 hektar tanaman padi petani di Desa Karangmulya terancam puso,  akibat rembesan air laut masuk kedarat.


Sambar.id, Subang, Jabar - Ratusan hektar tanaman padi di wilayah Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang terancam gagal panen.
Bukan hanya kekeringan akibat panas ekstrem, tetapi juga ancaman air asin yang masuk ke saluran irigasi.


Tanaman padi yang semestinya menjadi sumber penghasilan Petani kini justru rusak. Kondisi itu membuat  petani di Desa Karangmulya, harus menerima kenyataan pahit.

Lebih dari 100 hektar tanaman padi kini menghadapi tantangan besar akibat rembesan air laut ke daratan. Kadar salinitas tanah yang meningkat menyebabkan tanaman padi sulit tumbuh dan seringkali berakhir mati.

Rasta (50) petani asal Desa Karangmulya mengatakan, sudah lebih satu bulan ratusan hektar tanaman padi di blok Daya Mukti terancam air asin.

"Diawal, dampak air asin tersebut membuat batang daun padi mengering, namun semakin lama tanaman padi tidak bisa berkembang sehingga ujung batangnya menguning akhirnya mati mengering," ucap Rasta.


Bahkan Rasta menyebutkan saat ini sudah ada sekitar 10 hektar tanaman padi yang sudah mati diwilayahnya, akibat intrusi air laut.


Selain itu Rasta menjelaskan masuknya air asin kesaluran irigasi ini terjadi akibat minimnya pasokan air tawar disaluran irigasi SS Pangarengan.

"Petani disini banyak yang susah karena saluran sekunder (SS) Pangarengan tidak bisa berfungsi untuk mengairi sawah, sedangkan satu satunya harapan petani mengandalkan air kali Cipunagara sekarang sudah ga bisa digunakan lagi akibat air laut sudah masuk ke kali Cipunagara," ujar Rasta.

Rasta bersama petani lainnya berharap kepada Bupati Subang Reynaldy Putra Andita melalui Dinas Pertanian Kabupaten Subang dan pengamat pengairan dapat membantu penyalamatan pesawahan yang berada di Blok Daya Mukti.

"Kami memohon kepada Dinas terkait dapat membantu penyelamatan tanaman padi petani, karena selama ini kami mengandalkan air dari saluran kali Cipunagara, akan tetapi Kali Cipunagara sekarang airnya sudah asin tidak bisa digunakan untuk mengairi sawah lagi. Satu satunya harapan kami adanya giliran air dari SS Pangarengan," pungkas Rasta diamini petani lainnya (*)
Lebih baru Lebih lama