BULUKUMBA,SAMBAR ID 6 Oktober 2026 — Laporan kehilangan ternak muncul di sejumlah wilayah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dalam sekitar satu bulan terakhir. Informasi yang dihimpun dari warga menyebut sedikitnya 15 ekor sapi dilaporkan hilang dalam tiga kejadian berbeda.
Namun, tidak seluruh laporan tersebut telah disertai keterangan resmi aparat penegak hukum. Karena itu, data kehilangan berikut disajikan berdasarkan informasi warga dan keterangan perkembangan perkara yang tersedia.
Fakta dan Sumber Laporan
Desa Lembang, Kecamatan Kajang
Menurut informasi yang disampaikan warga, satu ekor sapi dilaporkan hilang di wilayah tersebut. Belum terdapat keterangan resmi dari kepolisian yang dicantumkan dalam informasi ini mengenai penanganan laporan tersebut.
Desa Singa, Kecamatan Herlang
Warga melaporkan tiga ekor sapi hilang dan diduga dicuri. Berdasarkan informasi mengenai penanganan perkara, Tim URC Resmob Polres Bulukumba bersama personel Polsek Herlang disebut telah mengamankan seorang yang diduga sebagai pelaku.
Dengan demikian, bagian yang dapat disebut sebagai perkembangan penanganan perkara adalah adanya pengamanan seorang terduga, sedangkan rincian kehilangan tiga ekor sapi bersumber dari informasi warga.
Desa Tammatto, Kecamatan Ujung Loe
Menurut laporan warga, 11 ekor sapi sebelumnya dinyatakan hilang. Dalam perkembangannya, tujuh ekor sapi disebut telah kembali dengan sendirinya, sementara empat ekor masih dilaporkan belum ditemukan.
Artinya, berdasarkan informasi warga tersebut, jumlah sapi yang saat ini masih dilaporkan hilang di Tammatto sebanyak empat ekor.
Warga Usulkan CCTV
Ketua Lembaga Investigasi Kebijakan Publik, Hukum dan HAM Republik Indonesia (LINK HAM RI), Rahmat, menyampaikan usulan agar Pemerintah Kabupaten Bulukumba mempertimbangkan pemasangan CCTV di sejumlah batas desa.
Usulan tersebut disampaikan Rahmat dalam kapasitasnya sebagai warga Desa Tammatto yang meminta perhatian terhadap keamanan ternak masyarakat.
«“Harapan saya selaku warga Desa Tammatto, agar keamanan ternak masyarakat, khususnya di Kabupaten Bulukumba, mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah. Saya mengusulkan agar CCTV dapat diprogramkan di setiap batas desa,” ujar Rahmat.»
Rahmat menilai CCTV dapat membantu pemantauan aktivitas keluar-masuk wilayah serta menjadi bahan pendukung apabila aparat membutuhkan rekaman dalam penyelidikan suatu perkara.
Ia juga berharap perhatian terhadap keamanan ternak mencakup sapi, kerbau, kuda dan ternak masyarakat lainnya.
Perlu Verifikasi Lebih Lanjut
Dari tiga laporan tersebut, informasi mengenai jumlah ternak yang hilang di masing-masing wilayah masih bersumber dari warga, sementara perkembangan penanganan perkara di Desa Singa dikaitkan dengan tindakan aparat yang disebut telah mengamankan seorang terduga.
Karena itu, diperlukan keterangan resmi dari kepolisian maupun pemerintah setempat untuk memastikan kronologi, jumlah kerugian, status laporan serta perkembangan masing-masing perkara.
Sementara itu, usulan pemasangan CCTV di batas desa menjadi aspirasi warga sebagai salah satu langkah yang diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap keamanan ternak.
Narasumber :Rahmat ketua.Link Ham Ri Kab Bulukumba










