KPPG Palu Perketat 42 SOP Pangan, Pastikan Program MBG di Palu Bebas Kasus Keracunan

CAPTION : Plt. Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Palu, Muhammad Aril Putra, S.STP/F-Sambar.Id


SAMBAR.ID, Palu, Sulteng- Badan Gizi Nasional (BGN) Sulawesi Tengah terus memperketat pengawasan dan kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan pemenuhan gizi anak sekolah berjalan aman. Langkah ini mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 83 Tahun 2024.


Plt. Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Palu, Muhammad Aril Putra, S.STP, memastikan bahwa hingga pertengahan Oktober 2026, situasi di wilayah Kota Palu dan sekitarnya terpantau kondusif tanpa adanya temuan kasus gangguan kesehatan pada siswa.


"Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada laporan dari pihak sekolah maupun orang tua murid terkait keracunan makanan program MBG di SD maupun SMP se-Kota Palu," ujar Aril saat dihubungi melalui telepon, Kamis (15/10/2026).


Menanggapi kekhawatiran publik atas dinamika pelaksanaan program di wilayah lain, BGN telah mendistribusikan 42 Standar Operasional Prosedur (SOP) ketat. 


Aturan ini wajib diterapkan secara disiplin oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ahli gizi, hingga tim akuntan di setiap unit dapur umum.


SOP tersebut mengatur seluruh alur produksi secara menyeluruh, mulai dari penyeleksian bahan mentah, penerimaan pasokan, proses memasak, hingga teknis distribusi makanan saban hari.


Di samping penerapan SOP, pengawasan dan inspeksi berkala pada dapur penyedia makanan juga diperkuat melalui sinergi lintas lembaga yang melibatkan Kementerian/Lembaga terkait, TNI/Polri, serta Pemerintah Daerah setempat. 


Pengelolaan anggaran serta fiskal program pun dikontrol ketat untuk menjaga keberlanjutan pasokan gizi aman bagi peserta didik.


Terkait infrastruktur penunjang, Aril menjelaskan belum ada penambahan unit gedung SPPG baru di Kota Palu pascapengoperasian unit di Desa Dalaka, Kecamatan Sindue, yang menjadi unit kedua setelah peresmian SPPG di Desa Masaingi.


Pihaknya berkomitmen untuk terus mengencangkan edukasi gizi seimbang kepada masyarakat serta tim pengolah makanan agar kualitas pangan di Sulawesi Tengah tetap terjaga secara optimal.(*/Red).

Lebih baru Lebih lama