Soroti Proyek APBD Jabar hingga Krisis Air, Anggota DPRD Jabar Gelar Pengawasan di Bekasi

Sambar.id, BEKASI |

Sukatani — Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Golkar, H. Akhmad Marjuki, menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Bekasi, Minggu (4/10/2026).


​Kegiatan yang dirangkai dengan dialog interaktif ini bertempat di kediaman Ketua LSM Garda Bangsa Reformasi (GBR) DPC Kabupaten Bekasi, Iday Sumirat, di Jalan Sasak Bali, Kampung Gelam, Desa Sukahurip, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi.


Acara yang dimulai pukul 15.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran pengurus, Penjabat (Pj) Kepala Desa Sukahurip, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta puluhan warga setempat yang antusias menyampaikan berbagai persoalan di wilayah mereka.


​Fungsi Utama Dewan dan Pengawasan APBD

Dalam pemaparannya, Akhmad Marjuki menjelaskan bahwa kegiatan pengawasan ini merupakan wujud nyata dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kedewanan. Ia merinci tiga fungsi utama DPRD, yakni legislasi (pembentukan Perda), budgeting (penganggaran dan penyerapan aspirasi lewat reses), serta controlling (pengawasan jalannya pemerintahan dan pembangunan).


​"Pengawasan hari ini difokuskan pada setiap pembangunan di Kabupaten Bekasi yang bersumber dari dana APBD Provinsi Jawa Barat," ujar Akhmad Marjuki di lokasi acara.


Ia mencontohkan sejumlah proyek strategis yang menjadi objek pengawasan, di antaranya pembangunan Terminal B di Cikarang senilai Rp24 miliar, rekonstruksi jalan Cikarang–Cibarusah senilai Rp20 miliar dengan ketebalan cor 40 sentimeter, serta pemasangan 172 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) beserta infrastruktur pendukung lainnya.


​Pertanyakan Keluhan Air di Lumbung Padi


Selain infrastruktur, politisi Partai Golkar ini turut menyoroti berbagai keluhan yang dihimpun dari 116 desa yang telah dikunjunginya, mulai dari ketersediaan air bersih, pupuk, hingga masalah pengangguran.

​

Khusus untuk sektor pertanian di Kabupaten Bekasi, Marjuki menilai kondisi sawah seharusnya tidak mengalami kekeringan ekstrem. Pasalnya, sistem pengairan wilayah tersebut telah ditopang oleh Perum Jasa Tirta (PJT II) dengan kapasitas aliran mencapai 45.000 meter kubik per detik.


​"Kabupaten Bekasi bahkan dijuluki sebagai lumbung padi karena mempunyai rekayasa air terbaik se-Indonesia. Makanya, agak aneh jika sekarang banyak petani mengeluh kekurangan air. Ini perlu kita pertanyakan dan evaluasi bersama para kepala desa," tegasnya.


​Warga Adukan Air Bersih, Jembatan, hingga PJU

Rangkaian acara kemudian berlanjut ke sesi dialog interaktif. Sejumlah warga memanfaatkan momen tersebut untuk mengadukan berbagai persoalan mendesak di lingkungan tempat tinggal mereka.


​Perwakilan pengurus setempat, H. Serun, mengeluhkan sulitnya akses air bersih bagi warga pada musim tertentu dan berharap adanya bantuan titik sumur bor. Menanggapi hal tersebut, Marjuki menyatakan siap mendorong aspirasi itu melalui Fraksi Partai Golkar yang memiliki 10 kursi di DPRD Kabupaten Bekasi.

Sementara itu, seorang warga bernama Endra mengusulkan perbaikan jembatan di Kampung Gelam yang kondisinya sudah memprihatinkan. Menanggapi hal itu, Iday Sumirat selaku tuan rumah sekaligus tokoh setempat menyampaikan bahwa usulan pembangunan jembatan tersebut telah diajukan dan diproyeksikan dapat direalisasikan pada tahun anggaran ini.


​Warga lainnya, Alfi, turut menyoroti kerusakan jalan lingkungan dari Kampung Melati hingga Blokan, serta minimnya PJU yang memicu kerawanan sosial. Menjawab hal tersebut, Akhmad Marjuki memastikan pihaknya akan mencatat dan memasukkan usulan infrastruktur jalan serta PJU ke dalam perencanaan anggaran tingkat Provinsi Jawa Barat.


Menutup kegiatan sore itu, Akhmad Marjuki mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat. Ia berpesan agar warga yang belum sempat berbicara secara langsung dapat memanfaatkan kanal media sosial resminya guna menyalurkan aspirasi demi kemajuan bersama di Kabupaten Bekasi.


Narasumber: Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Golkar, H. Akhmad Marjuki

[Redaksi Sambar.id]

Lebih baru Lebih lama