Dugaan Penyerobotan Lahan Memanas, Kantor PT RCP Morowali Dibakar Massa Usai Penangkapan Aktivis

SITUASI DI DESA TORETE, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulteng mencekam pada Sabtu (3/1/2026) malam/F-IST sambar id 


SAMBAR.ID, Morowali, Sulteng - Situasi di Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulteng mencekam pada Sabtu (3/1/2026) malam. Sejumlah warga nekat membakar kantor perusahaan tambang nikel PT Raihan Catur Putra (RCP) sebagai buntut penangkapan seorang aktivis warga bernama Arlan Dahrin.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan ini bermula saat anggota Polres Morowali menangkap Arlan sekitar pukul 18.15 WITA di lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT RCP. 


Saat itu, Arlan bersama warga tengah melakukan aksi pendudukan lahan perkebunan yang diduga telah diserobot oleh pihak perusahaan.


Warga sempat berupaya menghalangi proses evakuasi Arlan dengan memblokir jalan. Namun, tiga unit mobil kepolisian berhasil melintasi barikade massa.


Protes di Polsek dan Pembakaran Kantor



Aksi protes berlanjut ke Mako Polsek Bungku Selatan/Pesisir di Desa Lafeu. Puluhan warga Torete datang menggunakan kendaraan bermotor sambil membawa obor sebagai simbol protes atas tindakan kepolisian yang dinilai sewenang-wenang.


"Tujuan kami meminta agar Arlan Dahrin dibebaskan. Dia bukan koruptor atau teroris. Kenapa diperlakukan seperti itu, sementara pelaku korupsi dan penjual lahan negara dibiarkan?" ujar salah seorang warga perempuan dalam orasinya.


Ketegangan memuncak saat massa bergeser menuju kantor PT RCP di Desa Torete. Massa yang tersulut emosi kemudian melakukan pembakaran gedung kantor. Warga mencurigai adanya keterlibatan pihak perusahaan di balik penangkapan tersebut.


"Sebelum penangkapan, ada pihak keamanan (security) perusahaan yang datang mengambil dokumentasi keberadaan Arlan di lokasi lahan yang sedang berpolemik," tambah warga di lokasi kejadian.


Belum Ada Keterangan Resmi


Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dari Polres Morowali maupun manajemen PT RCP belum memberikan keterangan resmi terkait insiden penangkapan aktivis maupun perusakan fasilitas perusahaan tersebut. Kondisi di lapangan dilaporkan masih dalam pengawasan pihak keamanan. 


Laporan Tim Red.

Lebih baru Lebih lama