SAMBAR.ID, Donggala, Sulteng - Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Rio Pakava, IPTU Afif, S.HI, melaksanakan kegiatan pertemuan dan silaturahmi bersama pemerintah desa serta tokoh masyarakat di halaman Kantor Desa Polando Jaya, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WITA ini bertujuan untuk mempererat koordinasi antara kepolisian dan warga, sekaligus menyerap aspirasi terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah tersebut.
Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Desa Polando Jaya, Akbar, Ketua BPD Sebastian Bata, Bhabinkamtibmas, serta sejumlah tokoh pemuda dan tokoh agama setempat.
Sikap Warga Terkait Konflik Towiora
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Desa Polando Jaya, Bapak Akbar, memberikan apresiasi atas kinerja Bhabinkamtibmas yang dinilai aktif menjaga keamanan desa. Ia juga menegaskan sikap resmi warga Desa Polando Jaya terkait konflik yang sedang terjadi di wilayah tetangga.
"Masyarakat Desa Polando Jaya berkomitmen untuk tidak ikut campur dalam permasalahan di wilayah Towiora yang dipelopori oleh aliansi tertentu," tegas Akbar.
Pesan Kamtibmas Kapolsek
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Rio Pakava IPTU Afif mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, terutama terkait sengketa lahan sawit yang rawan memicu konflik.
"Jika ada dugaan tindak pidana, silakan tempuh jalur hukum dengan laporan resmi. Kami berharap masyarakat tidak melakukan aksi yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain," ujar IPTU Afif.
Selain masalah sengketa lahan, Kapolsek juga menyoroti beberapa poin penting lainnya:
Hiburan Malam: Meminta para kepala dusun untuk memantau kegiatan hiburan (karaoke/hiburan malam) agar tidak melewati jam istirahat warga.
Koordinasi Penegakan Hukum: Menegaskan bahwa kepolisian akan selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Desa dan BPD sebelum melakukan tindakan kepolisian di wilayah tersebut.
Fasilitas Umum: Terkait permintaan warga mengenai normalisasi sungai.
Kapolsek berjanji akan melaporkan hal tersebut kepada Kapolres Donggala untuk dikoordinasikan lebih lanjut dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala.
Kegiatan berakhir pada pukul 17.40 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.








