Ketum Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia ingatkan: Islam Bukan Agama Kebencian, Tapi Rahmatan Lil Alamin


Sambar.id Jakarta, 31 Januari 2026 – Ketua Umum Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (Pitii), Dr. Ipong Hembing Putra, menegaskan bahwa Islam tidak mengajarkan kebencian. 


Ia menasihati agar tidak ada yang mengatasnamakan Islam jika hati dipenuhi dendam."Jangan mengatasnamakan Islam kalau di hati kalian penuh dengan kebencian, karena Islam tidak mengajarkan kebencian. Islam adalah rahmatan lil alamin," ujar Dr. Ipong Hembing Putra di Jakarta, Sabtu (31/1).


Pernyataan ini disampaikan dalam konteks upaya mempromosikan toleransi dan harmoni antarumat beragama di Indonesia. Dr. Ipong menekankan kembali bahwa ajaran Islam sejati adalah kasih sayang bagi seluruh alam, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an surat Al-Anbiya ayat 107.


Berikut adalah Surat Al-Anbiya ayat 107 dalam bahasa Arab, latin, dan artinya: 


Teks Arab:

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ 

Latin:

Wa mā arsalnāka illā raḥmatal lil-'ālamīn(a). 


Artinya:

"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam." 


Tafsir Ringkas:

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW membawa agama Islam bukanlah untuk membinasakan manusia, melainkan sebagai bentuk kasih sayang (rahmat), kedamaian, dan perlindungan bagi seluruh alam semesta, baik manusia (mukmin maupun kafir), jin, serta makhluk hidup lainnya.


Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia merupakan organisasi yang fokus membangun ukhuwah islamiyah di kalangan masyarakat keturunan Tionghoa Muslim.


( Atin Mulia A)

Lebih baru Lebih lama