PAC Pandawa Tamalate Ciptakan Tradisi Demokrasi Sehat, Jadi Percontohan Pemilihan Ketua Transparan


Sambar.id Makassar — Jumat, 30 Januari 2026 || Organisasi Masyarakat Pandawa Pattingalloang tingkat kecamatan kembali menorehkan catatan positif dalam penguatan tata kelola organisasi yang demokratis dan berintegritas. 


Salah satu Pengurus Anak Cabang (PAC) Pandawa Kecamatan Tamalate sukses melaksanakan pemilihan ketua secara langsung, umum, bebas, rahasia, dan menjunjung tinggi nilai sipakatau (saling menghargai), pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Jean Cafe, Jalan Andi Mangngerangi, Makassar.


Kegiatan ini dinilai sebagai langkah inovatif dan progresif dalam membangun budaya organisasi yang sehat, transparan, serta bertanggung jawab. 


Proses pemilihan dilakukan secara terbuka dan partisipatif, menjadi contoh konkret bagaimana sebuah organisasi kemasyarakatan dapat menjalankan sistem demokrasi internal dengan profesional dan beretika.


PAC Pandawa Tamalate dinilai berhasil menghadirkan terobosan dalam tata kelola struktural organisasi.Program ini sengaja diinisiasi sebagai upaya untuk mendeteksi efektivitas kepengurusan aktif dan tidak aktif, sekaligus menjadi sarana pembelajaran dalam membangun organisasi yang terukur, terstruktur, dan transparan.

Tujuan utama dari program ini adalah untuk memastikan rotasi kepemimpinan berjalan secara objektif dan profesional, serta menghindari praktik penunjukan jabatan berdasarkan kedekatan personal atau kepentingan tertentu. 


Dengan sistem seleksi yang terbuka, diharapkan setiap kader yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen terhadap visi organisasi.


Ketua Umum Pandawa Pattingalloang Indonesia, Bang Emil, bersama Ketua DPC Pandawa Makassar, Bang Fahmi, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan pemilihan tersebut. 


Mereka menegaskan bahwa esensi kegiatan ini bukan sekadar soal kalah atau menang dalam kontestasi, melainkan tentang membangun sistem filterisasi dan seleksi jabatan yang berkualitas dan berkeadilan.


“Ini bukan persoalan siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana PAC Pandawa Tamalate menunjukkan bahwa jabatan harus diemban melalui proses seleksi yang objektif, profesional, dan bertanggung jawab. Ini adalah contoh nyata kaderisasi yang sehat,” ujar Bang Emil.

Senada dengan itu, Bang Fahmi menilai bahwa langkah yang diambil PAC Tamalate dapat menjadi model bagi cabang-cabang lainnya, bahkan bagi organisasi kemasyarakatan lain yang memiliki orientasi sosial dalam pengawalan dan pengawasan kepentingan masyarakat.


Ke depan, Ormas Pandawa Pattingalloang diharapkan dapat terus menjadi ikon percontohan dalam memilih pemimpin yang selektif, kompeten, dan berintegritas, sejalan dengan harapan seluruh kader dan masyarakat.


Langkah ini menjadi bukti bahwa Ormas Pandawa Pattingalloang berkomitmen membangun organisasi yang modern, demokratis, serta berorientasi pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan kepemimpinan yang berkelanjutan. **Herdyan

Lebih baru Lebih lama