Sampah Menumpuk di Pasar Tos 3000, Pedagang Tuding DLH Batam Bungkam


Sambar.id, Batam – Tumpukan sampah di Pasar Tos 3000, Samarinda Shopping Center, Lubuk Baja, Kota Batam, menimbulkan pertanyaan serius soal kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan pengelola pasar. Pedagang mengeluhkan bau menyengat serta risiko kesehatan yang kini mengancam aktivitas jual-beli mereka.

Pantauan Pewarta, sampah menumpuk di lorong pedagang sayur, dekat area parkir, dan pintu keluar pasar. Kondisi ini berlangsung berhari-hari, bahkan pekan lalu terlihat semakin parah. Aktivitas pengangkutan yang tidak rutin diduga menjadi penyebab utama.

Budi, pedagang sayur di pasar itu, mengatakan, “Setiap hari bau sampah semakin menyengat. Kami kesulitan berjualan, pembeli juga banyak yang mengeluh,” ujarnya Minggu (04/01/2026).


Menurut Budi, sampah yang seharusnya rutin diangkut justru menumpuk. “Kalau DLH rutin angkut, tentu tidak sampai menumpuk seperti ini. Sepertinya dibiarkan begitu saja,” katanya.

Pedagang lain, Sari, menambahkan, “Kami minta DLH segera turun tangan. Sampah menumpuk seperti ini bisa menurunkan omzet pedagang juga,” sebutnya.

Budi menyoroti potensi risiko kesehatan akibat sampah yang menumpuk di lorong dagangannya. Bau menyengat dan lingkungan kotor bisa mempengaruhi kualitas sayur yang dijual, bahkan membuat pembeli enggan masuk.

Beberapa pedagang menilai dugaan kelalaian sistematis dalam pengelolaan sampah pasar sangat nyata. Tidak adanya jadwal pengangkutan yang jelas dan pengawasan rutin membuat sampah menumpuk, sementara aktivitas jual-beli tetap padat setiap hari.

Tumpukan sampah juga menimbulkan masalah ekonomi langsung. Pedagang kesulitan menata lapak, ruang untuk menaruh dagangan terbatas, dan omzet menurun karena pembeli menghindari lorong yang kotor.

Para pedagang menuntut DLH dan pengelola pasar bertanggung jawab penuh. “Kalau tidak ada tindakan tegas, omzet kami turun, pembeli kabur. Ini sudah mengganggu hidup kami,” tegasnya.


Beberapa pedagang mengaku menahan diri agar tidak membuang sampah sendiri di luar jadwal resmi, karena takut ditegur pengelola pasar. Akibatnya, tumpukan sampah menumpuk semakin cepat.

Pedagang menegaskan, jika DLH dan pengelola pasar tidak mengambil tindakan nyata, mereka siap melaporkan masalah ini langsung kepada Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad. Masalah sampah dianggap sudah sistematis dan merugikan pedagang secara langsung.

“Kami ingin pasar bersih dan nyaman untuk berbelanja. Kalau DLH tidak bertindak, kami akan laporkan ke Wali Kota Batam. Ini sudah merugikan kami pedagang,” tukas Budi.(Gh) 
Lebih baru Lebih lama