Tahun 2026, Warga Randumuktiwaren Masih Tinggal di Rumah Tak Layak Huni



Sambar. Id Pekalongan, 29Januari 2026 – Kondisi memprihatinkan masih dialami salah satu keluarga warga Desa Randumuktiwaren, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Memasuki tahun 2026, keluarga tersebut masih bertahan hidup di rumah yang tergolong tidak layak huni, dengan kondisi bangunan yang jauh dari standar keselamatan dan kesehatan.


Rumah berdiri di atas lahan terbatas dengan ukuran bangunan sekitar 5 x 7 meter. Dinding rumah terbuat dari bahan GRC dan terpal, sementara atap genteng sudah banyak yang bocor. Saat musim hujan, air kerap masuk ke dalam rumah sehingga lantai tanah menjadi becek dan lembap, membuat penghuni tidak nyaman serta berisiko terhadap kesehatan.



Keluarga tersebut dikepalai oleh Jumadi, warga Dusun V, Desa Randumuktiwaren. Jumadi bekerja sebagai petani kebun dan buruh serabutan, sementara sang istri bekerja sebagai buruh harian lepas. Dengan keterbatasan ekonomi, keluarga ini harus mencukupi kebutuhan sehari-hari sekaligus membiayai pendidikan anak yang saat ini masih bersekolah di bangku SMP kelas I.



Warga sekitar menyebutkan bahwa kondisi rumah tersebut telah berlangsung lama dan hingga kini belum tersentuh bantuan program rumah tidak layak huni (RTLH). Penggunaan material seadanya sebagai dinding dan pagar membuat rumah rawan roboh, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

“Kalau hujan deras, air masuk dari atap dan samping rumah. Lantainya jadi becek semua,” ujar Edi, salah satu warga sekitar.

Kondisi ini menimbulkan keprihatinan masyarakat setempat.


 Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah desa, kecamatan, hingga dinas terkait di Kabupaten Pekalongan, serta dukungan dari lembaga sosial lainnya, agar keluarga tersebut dapat segera memperoleh bantuan hunian yang layak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa terkait rencana penanganan kondisi rumah tersebut.


 Masyarakat berharap tahun 2026 tidak lagi menjadi saksi masih adanya warga yang harus bertahan hidup di hunian yang jauh dari kata layak.(*) 

Lebih baru Lebih lama