Akibat Curah Hujan Tinggi, SMA Negeri 1 Cikidang dan Beberapa Rumah Warga Terendam Banjir


 SAMBAR.ID || SUKABUMI - Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi menyebabkan sejumlah titik terendam banjir. Salah satu lokasi yang terdampak cukup parah adalah SMA Negeri 1 Cikidang dan 20 rumah yang terletak di desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. 

Dalam sebuah pantauan langsung di lokasi pada malam hari, Sabtu 03 Januari 2026 pukul 20:00 WIB, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Cikidang, Ibu Dewi Tetra Hazizah, S.Pd. M.Pd. menginformasikan bahwa air telah masuk dan menggenangi area sekolah dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.



Ade Bombom, warga desa Cikidang memberikan keterangan kepada Media, banjir yang terjadi di desa Cikidang baru yang terdata sementara ada 20 rumah ini belum semua, ujar Ade Bombom. 


Banjir dikawasan pemukiman desa Cikidang  setinggi lutut orng dewasa, ada juga yang sampai perut, banjir diakibatkan sungai Cikidang meluap akibat curah hujan yang tinggi dan lumayan lama. 


Selain pemukiman, halaman kantor desa Cikidang, lapang sepak bola, masjid dan kolam ikan milik warga tampak ikut terendam. 


Ketua Koalisi Rakyat Bersatu (KORSA), Imran Firdaus, ikut prihatin atas situasi musibah  banjir yang terjadi di desa Cikidang, Kecamatan Cikidang Sukabumi.


"Harapan saya agar masyarakat tetap tenang dan waspada serta menjauh dari area area yang rawan banjir dan longsor agar mengingat hujan masih menguyur Kecamatan Cikidang," ujarnya. 


Kami harap pemeritah daerah Kabupaten Sukabumi dan Pemprov Jabar bisa segera mengidentifikasi banjir yang terjadi di desa Cikidang, karna di gunung hari ini juga banjir, kita tahu Cikidang ini gunung daratan tinggi kenapa bisa terjadi banjir juga. 


Kita ketahui, analisa pak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengenai larangan penanaman sawit di Jawa Barat khususnya Kabupaten Sukabumi yang sering terjadi banjir dan longsor hari ini terbukti banjir terjadi karna tata ruang, tata kelola zona pertanian dan perkebunan yang salah sehingga terjadi bencana seperti banjir dan longsor. Pak Gubernur sayang terhadap ekosistem alam Jawa Barat dan masyarakat Jawa Barat. 


Sementara itu, pak Bupati Kabupaten Sukabumi sedang melakukan penyusunan tata ruang di Kabupaten Sukabumi juga mengimpentarisir dampak kerusakan ekositem alam yang mengakibatkan banjir dan longsor. 


"Kami berharap, pak Bupati dan pak Gubernur selalu  menciptakan formula kebijakan untuk kebaikan masyarakat Jawa Barat khususnya Kabupaten Sukabumi dengan solusi yang solutif agar ekologi bisa terselamatkan dan masyarakat bisa senang dengan kebijakan-kebijakan yang pro rakyat," ujar Imran. 


Belum ada laporan mengenai kerugian material secara rinci, namun banjir ini dipastikan akan menghambat aktivitas dilingkungan sekolah jika air tidak segera surut. Masyarakat dan pihak terkait diharapkan tetap waspada mengingat cuaca ekstrim yang masih berpotensi terjadi.



(Hans/Red*)

Lebih baru Lebih lama