Babak Baru Kasus Viral Tebing Tinggi - Setelah Polemik Panjang, Hubungan Fais dan Dona Disebut Berujung Pernikahan


Sambar.id Tanjung Jabung Barat, Jambi — Perkembangan terbaru muncul dalam polemik video viral dugaan perselingkuhan yang sempat menghebohkan warga Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. 


Setelah saling tuding, klarifikasi, hingga rencana menempuh jalur hukum, hubungan antara pria berinisial Fais dan perempuan Dona kini disebut telah berakhir dengan pernikahan.


Informasi tersebut beredar di tengah masyarakat setelah keluarga menyampaikan bahwa permasalahan yang sempat memanas akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.


Ungkapan “akhirnya dinikahkan” pun ramai diperbincangkan warga setempat, menandai penutupan konflik yang sebelumnya viral di media sosial.


Dari Video Viral ke Kesepakatan Keluarga


Sebelumnya, publik dihebohkan oleh unggahan seorang anak yang meluapkan kekecewaan terhadap ayahnya karena diduga menjalin hubungan dengan seorang relawan program MBG di wilayah tersebut. Video itu memicu perdebatan luas, bahkan menyeret nama beberapa pihak.


Kedua pihak sempat memberikan pernyataan berbeda. Anak menilai hubungan tersebut menjadi penyebab retaknya rumah tangga orang tuanya, sementara pihak Dona membantah sebagai pihak ketiga dan mengklaim Fais telah lama berpisah dari istrinya.


Ketegangan sempat meningkat karena adanya wacana laporan hukum terkait pencemaran nama baik.


Namun beberapa waktu kemudian, pihak keluarga memilih jalur musyawarah. Tokoh masyarakat setempat disebut ikut memediasi agar konflik tidak berkepanjangan.


Pernikahan Dianggap Jalan Tengah


Hasil mediasi keluarga akhirnya mengarah pada keputusan menikahkan Fais dan Dona.


Keputusan ini disebut sebagai langkah untuk mengakhiri polemik sekaligus menghindari konflik sosial yang semakin luas di lingkungan tempat tinggal mereka.


Seorang warga sekitar menyebut, masyarakat awalnya terkejut, namun kini situasi mulai kondusif.


“Daripada terus ribut dan jadi bahan omongan, keluarga sepakat diselesaikan. Sekarang sudah tidak ada keributan lagi,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.


Dampak Psikologis dan Sosial


Meski konflik dinyatakan selesai secara kekeluargaan, peristiwa tersebut meninggalkan dampak sosial, terutama bagi anak dan keluarga besar kedua belah pihak. 


Viralitas di media sosial membuat persoalan rumah tangga berubah menjadi konsumsi publik.


Pengamat sosial menilai fenomena ini menunjukkan bagaimana tekanan sosial di era digital dapat mempercepat penyelesaian konflik, namun tidak selalu menyelesaikan persoalan emosional yang terjadi di dalam keluarga.


Situasi Kini Berangsur Tenang setelah kabar pernikahan beredar, unggahan-unggahan terkait kasus tersebut mulai mereda. 


Masyarakat sekitar juga berharap tidak ada lagi saling serang di media sosial.


Kasus ini menjadi pelajaran penting bahwa konflik pribadi yang dipublikasikan dapat berdampak luas, tidak hanya bagi keluarga tetapi juga lingkungan sekitar.


Kini, warga Tebing Tinggi berharap semua pihak dapat menjalani kehidupan masing-masing dengan tenang dan tidak lagi memperpanjang polemik yang sempat menyita perhatian publik tersebut.(Apriandi) 

Lebih baru Lebih lama